<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fantasi Dunia Bokep</title>
	<atom:link href="http://duniabokep.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniabokep.wordpress.com</link>
	<description>Fantasi Dunia Cerita Bokep dan Seks</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Oct 2008 00:02:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniabokep.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fantasi Dunia Bokep</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniabokep.wordpress.com/osd.xml" title="Fantasi Dunia Bokep" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniabokep.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Bercinta Di Tahun Baru</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/08/bercinta-di-tahun-baru/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/08/bercinta-di-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 00:02:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[abg bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cewek ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[mama ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tetek tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Sehari menjelang tahun baru, aku masih juga sibuk memilih-milih acara untuk bertahun baru. Ini adalah pertama kalinya aku akan melewatkan tahun baru di Singapura, jadi aku ingin melakukan sesuatu yang spesial, sesuatu yang dapat kukenang saat kembali ke Indonesia. Ada beberapa acara yang sudah masuk dalam daftarku, tetapi yang paling menarik perhatianku adalah acara clubbing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=116&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehari menjelang tahun baru, aku masih juga sibuk memilih-milih acara untuk bertahun baru. Ini adalah pertama kalinya aku akan melewatkan tahun baru di Singapura, jadi aku ingin melakukan sesuatu yang spesial, sesuatu yang dapat kukenang saat kembali ke Indonesia.</p>
<p>Ada beberapa acara yang sudah masuk dalam daftarku, tetapi yang paling menarik perhatianku adalah acara clubbing bersama teman-teman sekantor ke salah satu diskotik di daerah Mohammed Sultan. Kudengar daerah itu sangat terkenal sebagai daerah hiburan malam, selain itu pergi bersama teman-teman sekantor tentu lebih baik daripada pergi bersama orang-orang yang tidak begitu kukenal. Aku pun memantapkan diri pada pilihan ini dengan menghubungi temanku yang menjadi panitia acara guna mengkonfirmasi kehadiranku. <span id="more-116"></span></p>
<p>Singkat kata waktu yang ditunggu pun hampir tiba, kini aku tengah berjalan sepanjang jalan Mohammed Sultan bersama beberapa orang teman. Suasana di sekitar daerah ini benar-benar ramai, sepertinya hampir semua anak muda singapura datang ke daerah ini untuk berpesta. Kemana mata memandang hanya terlihat kerumunan orang dan antrian mobil.</p>
<p>Tak lama kemudian kami bergabung bersama teman-teman lainnya di tempat tujuan. Sambil sedikit bertegur sapa dengan yang lainnya, aku mengambil minuman dan mulai mencari tempat duduk yang strategis untuk menikmati suasana malam ini. Dan aku menemukannya di samping seorang temanku yang sedang asyik dengan teman wanitanya. Kutepuk pundak temanku perlahan sebelum duduk di sampingnya. Ia juga membalas menepuk pundakku sekilas kemudian meneruskan obrolannya kembali.</p>
<p>Untuk sesaat perhatianku terpaku pada lawan bicaranya, kelihatannya cukup manis dan sexy. Aku bisa melihat sedikit bagian atas buah dadanya karena ia mengenakan tanktop berdada rendah dan paha putihnya tampak mengintip dari sisi rok ketatnya. Alangkah indahnya apabila malam ini aku bisa memiliki pasangan seperti dia, pikirku.</p>
<p>Lamunanku buyar saat kurasakan ada tangan yang menepuk pundakku. Aku menoleh mencari sang pemilik tangan itu dan kutemukan seorang gadis manis lain yang sedang tersenyum kepadaku, kemudian kulihat bibirnya mengucapkan sesuatu yang tidak dapat kutangkap dengan jelas. Aku berdiri dengan maksud untuk memperjelas ucapannya saat teman di sebelahku juga berdiri dan berbisik-bisik sebentar di telinga gadis itu.</p>
<p>“Hey, kenalkan ini Corrine, dia roommate-nya pacarku” kata temanku sesaat setelah mereka selesai. Aku pun menjulurkan tangan untuk berkenalan dan langsung disambut oleh Corrine.<br />
“Tadi dia bilang kalau kamu duduk di tempat dia. Aku sudah jelaskan bahwa kamu dari Indonesia dan tidak mengerti bahasa mandarin” kata temanku lagi.<br />
“Oh, maaf sekali kalau begitu” jawabku sambil bergeser ke samping dan mempersilakan Corrine duduk kembali di tempatnya.</p>
<p>Ia pun berjalan melewatiku dan langsung duduk kembali di tempatnya. Sesaat aku tetap berdiri di sampingnya sambil bermaksud mencari tempat lain sampai Corrine kembali menepukku.</p>
<p>“Duduklah di sini saja” katanya sambil menepuk pinggiran sofa.<br />
“Tidak apa-apa kok”<br />
“Ok Thanks” jawabku sambil perlahan menempelkan pantatku ke pinggiran sofa yang cukup tebal itu.</p>
<p>Bermula dari situ obrolan antara kami terus bergulir. Ia banyak bertanya tentang Indonesia, khususnya tentang Jakarta. Rupanya ia juga pernah ke Indonesia tapi hanya ke Bali. Sebaliknya aku pun banyak bertanya tentang Singapura. Ia berkata suatu hari nanti ia bersedia mengajakku melihat-lihat kota Singapura.</p>
<p>Obrolan kami masih terus berlanjut ketika beberapa teman mengajak turun ke dance floor. Corrine pun langsung berdiri dan menarik tanganku untuk ikut turun. Kami bergandengan dengan yang lain membentuk kereta api dan mulai berbaur dengan orang-orang yang sedang asyik bergoyang. Karena dance floor sudah penuh sesak maka kamipun harus bergoyang sambil berdesakan.</p>
<p>Suasana semakin seru saat beberapa gadis berpakaian sexy mulai berani berjoget di atas meja bar. Semakin lama mereka bergoyang semakin sensual, seolah saling bersaing satu sama lain, semakin mengundang applause dan seruan pengunjung lainnya.</p>
<p>“Di indonesia tidak ada yang seperti itu?” tanya Corrine kepadaku saat aku tengah asyik menikmati pertunjukan itu.<br />
“Ada, tetapi kurasa gadis-gadisnya lebih sexy di sini” jawabku tanpa mengalihkan perhatian dari meja bar.<br />
“Pantas mata kamu tidak pernah lepas dari arah sana” katanya lagi sambil jemari lentiknya mencubit halus pinggangku. Aku pun tertawa mendengar sindirannya, kuraih tangannya dari pinggangku lalu kugenggam dengan kedua tanganku.<br />
“Apakah kamu cemburu kalau aku terus memperhatikan mereka?” candaku. Kali ini mataku sudah kembali tertuju pada wajah manisnya, menunggu ekspresi apa yang akan keluar atas perkataanku tadi.<br />
“Tidak, aku hanya takut bola matamu keluar dari tempatnya apabila kau terus seperti itu” balasnya sambil tertawa.<br />
“Baiklah kalau begitu aku akan memperhatikan kamu saja sehingga kamu bisa menangkap bola mataku apabila mereka keluar dari tempatnya”.</p>
<p>Ia tertawa semakin lepas kemudian menutup mataku dengan tangan satunya. Kembali kuraih tangannya dan kini kedua tangannya sudah berada dalam genggamanku. Semakin lama genggaman tangan kami semakin kuat seiring tubuh kami yang semakin merapat.</p>
<p>Tak lama kedua tanganku pun pindah ke pinggang rampingnya, mengiringi pinggulnya yang bergoyang dengan sexy, tak kalah sexy dengan yang berada di meja bar. Tanganku terus bergerak ke bawah dan bergerak perlahan meraba kedua belah pantat dibalik celana ketat putihnya. Tak kutemukan adanya garis CD di daerah pantatnya, maka aku pun terus bergerak keatas sampai kutemukan apa yang kucari. Rupanya ia memakai CD model g-string.</p>
<p>“Tangan kamu nakal ya” kata Corrine tiba-tiba. Tertangkap basah dengan aksiku, aku hanya bisa tersenyum manis, semanis mungkin agar ia tidak marah. Otakku bergerak cepat mencari jawaban.<br />
“Maaf, aku tidak bisa melihat kemana tanganku bergerak karena mataku kan terus memperhatikan kamu, sampai mau lepas dari tempatnya nih”. Ia tersenyum mendengar jawabanku dan kembali merapatkan tubuh kami.</p>
<p>Selang beberapa saat kami meninggalkan dance floor yang sudah semakin sesak untuk kembali bergabung bersama yang lain di meja. Ternyata meja kami juga sudah penuh sesak, di tempat duduk Corrine semula hanya tersisa tempat yang sempit sekali untuk diduduki. Akhirnya kami duduk bersama di pinggiran sofa, aku duduk agak mundur sementara Corrine duduk bersandar padaku. Kulingkarkan sebelah tanganku memeluk pinggangnya.</p>
<p>“Hey, sebentar lagi hitungan mundur akan dimulai, kita akan segera memasuki tahun baru dengan harapan yang baru dan meninggalkan tahun yang lama bersama semua kenangannya”, kudengar suara DJ di antara hingar bingar musik yang memenuhi ruangan.</p>
<p>Hampir serentak semua berdiri, dan bersiap dengan berbagai macam atribut pesta seperti terompet, petasan kecil, topi dan topeng. Dan hitungan mundur pun dimulai, seisi ruangan seakan berteriak seiring dengan suara DJ yang melakukan hitungan mundur.</p>
<p>“3.. 2.. 1.. Happy New Year Semuanya”.</p>
<p>Suara terompet dan petasan-petasan kecil segera terdengar dari segala penjuru, kadang diselingi teriakan-teriakan yang sayup-sayup terdengar tertelan suara musik. Banyak pasangan kemudian berciuman dengan mesra, beberapa bahkan terlihat ber-french kiss dengan seru.</p>
<p>Aku dan Corrine tersenyum melihat pasangan-pasangan di sekitar kami. Sesaat kemudian aku memandangnya, menatap tajam ke dalam kedua bola matanya dan perlahan wajahku bergerak maju bermaksud menciumnya. Tetapi sekian centi dari bibirnya yang merah merekah itu Corrine menahan bibirku dengan jari telunjuknya. Ia memandangku sambil tersenyum kemudian memalingkan muka ke arah lain. Aku pun ikut memalingkan muka ke arah lain sambil menahan malu.</p>
<p>Tak lama ia berdiri, merapikan celananya sedikit kemudian menarik tanganku untuk mengikutinya. Ia menuntunku membelah kerumunan orang di dance floor menuju ke bagian lain dari diskotik tersebut. Kami berhenti dekat sisi meja bar yang lain dimana kerumunan orang tidak begitu ramai. Aku tetap terpaku tidak mengerti saat Corrine kembali merapatkan tubuh kami, begitu rapat sampai dapat kurasakan buah dadanya menekan dadaku, kemudian memandangku penuh arti sambil mendekatkan wajah kami. Tanpa berpikir panjang aku kembali mendaratkan ciuman di bibirnya, dan kali ini ia tidak menolak bahkan menerima kecupanku dengan bibir yang terbuka. Hatiku bersorak gembira saat kurasakan ia mulai membalas kecupan-kecupanku.</p>
<p>“Selamat tahun baru cantik” kataku di sela-sela ciuman kami.<br />
“Selamat tahun baru juga ganteng, tangannya jangan suka nakal lagi ya” balasnya.</p>
<p>Cukup lama kami memisahkan diri dari teman-teman yang lain, menikmati kesendirian kami sambil terus berpelukan dan berciuman. Sampai akhirnya ia mengajak kembali ke meja karena hari sudah mulai subuh dan ia harus segera pulang. Tak lupa kami saling bertukar nomor telepon sebelum akhirnya berpisah dan mengakhiri malam tahun baru itu.</p>
<p>Beberapa hari setelahnya, aku bertemu Corrine lagi untuk makan malam bersama sepulang kantor. Ia tampak begitu anggun dengan pakaian kerjanya, tanktop putih dipadu blazer biru dan rok selutut senada. Tampak begitu beda dengan penampilannya di malam tahun baru kemarin.</p>
<p>Acara makan malam berjalan dengan sempurna, dipenuhi dengan canda tawa dan obrolan kami tentang berbagai macam topik, semua obrolan mengalir begitu saja seolah kami tidak pernah akan bisa berhenti. Bahkan setelah makan malam selesai kami melanjutkan obrolan dengan berjalan kaki sambil bergandengan tangan. Kami berjalan sepanjang Orchard Road, melewati kompleks Esplanade sampai akhirnya ke salah satu cafe di Merlion Park.</p>
<p>Suasana di daerah itu benar-benar romantis, angin yang berhembus lembut, gemerlap lampu kota di kejauhan, dan kelip bintang di langit, semuanya seakan semakin menambah kehangatan di antara kami. Dan kami tidak sendiri, disekitar kami juga banyak pasangan lain yang sedang menikmati suasana romantis daerah ini.</p>
<p>Hari sudah semakin malam saat kami beranjak meninggalkan cafe menuju apartemenku untuk melanjutkan obrolan di sana. Tetapi begitu sampai di apartemenku, kami sudah tidak lagi bisa melanjutkan obrolan karena bibir kami sudah saling beradu, lidah kami saling bertaut, dan tangan kami sibuk saling melepaskan baju pasangannya.</p>
<p>Kudorong Corrine ke sofa setelah berhasil melepaskan baju luar nya, ia kini hanya memakai bra biru berenda dan CD g-string senada. Sesaat aku berdiri terpaku menikmati pemandangan indah di depanku, ia tampak begitu sexy dengan kulit putih mulusnya dan buah dadanya yang membusung.</p>
<p>Corrine pun tak tinggal diam, perlahan tangannya mengelus batangku dari luar CD, menempelkan pipinya dan mengecup ujungnya yang tersembul keluar. Kemudian ia menarik CD-ku ke bawah dan kembali mendaratkan ciuman-ciuman kecil di seluruh sisi batangku. Ia tampak begitu menikmati mainan barunya.</p>
<p>Kenikmatan yang kurasakan semakin bertambah saat kurasakan batangku perlahan memasuki mulutnya. Kupejamkan mataku untuk menikmatinya, terlebih saat ia mulai menghisap dan mengulum kejantananku. Kulingkarkan tanganku di belakang kepalanya, mengikuti gerakan maju mundurnya sambil mengelus lembut rambutnya. Tanganku terus turun ke bawah, yang sebelah bergerak ke depan untuk meremas-remas buah dadanya dan yang sebelah lagi berusaha menggapai kancing bra-nya.</p>
<p>Sekejap saja bra itu sudah terlepas dan kedua tanganku bebas bermain dengan buah dadanya, mengusap, meremas dan memilin putingnya. Kudorong Corrine rebah di sofa agar mulutku juga bisa ikut bermain di dadanya. Kucium lembut bergantian kiri dan kanan, lidahku bergerak menelusuri setiap sisinya dan membelit lembut putingnya yang berwarna pink itu.</p>
<p>Puas bermain di dadanya, mulut dan tanganku turun terus ke bawah, melewati perutnya yang datar dan bermain di sekitar selangkangannya yang tampak sudah basah. Permukaan CD-nya kutekan lembut dengan lidah, bergerak naik turun disepanjang celah basahnya. Kugeser satu sisi CD nya dan kembali mendaratkan lidahku di permukaan vaginanya.</p>
<p>Sesaat ia menahan aksiku dengan menarik kepalaku keatas, kami kembali berciuman sementara tangannya bergerak melepas CD yang telah basah itu. Setelah itu tangannya meraih batangku dan mengocoknya perlahan.</p>
<p>Lalu kami bertukar posisi, aku duduk bersandar di sofa sementara ia duduk di pangkuanku. Dengan perlahan ia menurunkan tubuhnya dan batangku perlahan memasuki liang vaginanya. Liangnya terasa begitu sempit dan hangat menelan batangku. Ia terdiam saat batangku telah masuk sepenuhnya, tersenyum nakal kepadaku kemudian tubuhnya bergerak kedepan dan kamipun kembali berciuman.</p>
<p>Ciuman kami semakin lama semakin bernafsu, seiring semakin cepatnya goyangan pinggul kami menyambut kenikmatan yang timbul di setiap gerakan. Selang beberapa menit ia pun mengejang, mendesah keras dan akhirnya jatuh dipelukanku. Ia telah mencapai orgasme pertamanya.</p>
<p>Kubiarkan ia beristirahat sebentar sebelum kugeser tubuhnya kesamping, kuatur tubuhnya menungging di sofa sementara kuposisikan tubuhku di belakangnya, siap untuk memasuki vaginanya kembali dari belakang. Kepalanya tersentak ke atas saat batangku kembali tertanam di dalam liangnya. Kugerakkan pinggulku makin lama makin cepat memompa liang sempitnya. Seolah tak mau kalah, Corrine juga mulai menggerakan pinggulnya, maju mundur seiring gerakanku dan kadang memutar.</p>
<p>Aku tak bertahan lama dalam posisi ini, kudorong batangku sedalam-dalamnya sambil memuntahkan semua muatanku dan kemudian ambruk ke sampingnya. Kami kembali berciuman sambil berpelukan di sofa.</p>
<p>“Aku lemas sekali, orgasmeku tadi benar-benar membuat seluruh tubuhku lemas” katanya memecah kesunyian diantara kami.<br />
“Kalau begitu istirahatlah dulu, atau mau istirahat di kamar?” tanyaku.<br />
“Baiklah, di kamar saja” lanjutnya sambil berdiri.</p>
<p>Aku menyusul berdiri dan memeluk pinggangnya agar ia bisa bersandar di tubuhku lalu perlahan menuntunnya ke kamar. Kududukan Corrine di tepi ranjangku, kemudian berlutut di depannya dan mulai mendaratkan ciuman-ciuman kecil lagi di wajahnya, perlahan kembali menuju bibir merahnya.</p>
<p>Corrine menyambut bibirku dengan bibirnya dan tak lama lidah kami sudah kembali beradu. Ia menarik kepalaku sambil merebahkan diri ke tempat tidur. Tanpa melepas tautan lidah kami, akupun ikut rebah di sampingnya. Tanganku kembali bergerak merayapi tubuh mulusnya, kembali bermain sejenak dengan buah dadanya, dan akhirnya kembali turun ke lembah liang vaginanya yang tidak ditumbuhi bulu sedikit pun. Kugerakan satu jariku naik turun celahnya yang terasa semakin basah lagi.</p>
<p>Sejenak kemudian mulutku sudah ikut turun ke vaginanya, dan kali ini aku bisa lebih lama bermain disana. Kukeluarkan hampir semua kemampuanku untuk semakin meningkatkan birahinya. Dan tampaknya usahaku berhasil saat kudengar desahan-desahan dari mulutnya semakin keras sambil tangannya terus meremasi rambut dan kepalaku, seolah mendorong agar semakin lekat dengan vaginanya.</p>
<p>Saat kurasakan cairan cintanya semakin banyak mengalir, ia menarik kepalaku dari daerah selangkangannya dan memberi tanda agar aku segera mengantarnya ke puncak yang tinggal sedikit lagi dicapainya. Segera kunaikkan kedua kakinya ke punggungku sambil berlutut di depannya, dan perlahan menuntun batangku kembali memasuki vaginanya. Dengan posisi ini aku bisa melihat bagaimana batangku bergerak keluar masuk liangnya. Rupanya liang vagina Corrine tetap terasa sempit meskipun sudah basah sekali dan sudah ronde kedua.</p>
<p>Kugerakkan pinggulku maju mundur, kadang berputar, berusaha memompa dan mencapai semua sisi bagian dalam dari vagina Corrine. Dan beberapa kali menyodok agak keatas agar menyentuh bagian sensitif g-spotnya. Sebentar saja kurasakan Corrine kembali mengejang sambil mendesah keras. Kurasakan liang vaginanya juga mengejang seakan mencengkeram batangku. Tak lama akupun menyusul mengejang seiring orgasmeku yang kedua. Untuk sepersekian detik kurasakan semua tulangku terlolosi dan aku berada di alam lain.</p>
<p>Aku masih menggerakkan batangku keluar masuk untuk beberapa saat, masih menikmati sisa-sisa orgasme kami berdua sebelum akhirnya rebah disampingnya. Kembali kucium lembut bibir merahnya, kudengar desah nafas yang masih tersengal-sengal keluar dari mulutnya.</p>
<p>“Aku benar-benar lemas sekarang, mungkin tidak bisa jalan lagi” katanya.<br />
“Kalau begitu menginaplah disini, kumpulkan tenagamu untuk besok pagi. Kamu libur kan besok?” tanyaku. Corrine tampak terdiam sesaat untuk berpikir.<br />
“Untuk besok pagi itu maksudnya untuk pulang atau untuk ronde berikutnya?” tanyanya lagi sambil tersenyum nakal.<br />
“Kalau kamu sanggup ya untuk ronde berikutnya, setelah itu baru pulang”. Aku tertawa mendengar jawabanku sendiri.<br />
“Baiklah aku akan menginap, beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk pulang”. Ia terdiam sesaat seolah menunggu reaksiku.<br />
“Yakin?” tanyaku menyelidik.<br />
“Kalau besok ada ronde berikutnya ya berarti aku harus pulang lebih sore lagi”. Kudengar tawanya tergerai mengakhiri perkataannya.</p>
<p>Aku juga tertawa tanpa bisa memberikan jawaban lagi. Kurengkuh kepalanya ke sisiku, kembali kami berciuman sesaat dan akhirnya terlelap sampai pagi menjelang.</p>
<p>Keesokan harinya kami masih meneruskan pergumulan kami sampai beberapa ronde lagi. Hampir seharian kami tidak keluar apartemen, bahkan hampir tidak pernah sempat memakai baju kembali. Setelah makan malam kuantar Corrine pulang kembali ke apartemennya dan berjanji untuk bertemu lagi minggu depan untuk melewati akhir minggu bersama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=116&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/08/bercinta-di-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monic Ku Sayang</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/08/monic-ku-sayang/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/08/monic-ku-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 00:01:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[abg bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cewek ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[mama ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tetek tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini terjadi sewaktu aku masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta yang terkenal di Jakarta, berawal dari chatting di internet disebuah warnet dekat kampus, aku untuk pertama kalinya kenalan sama seorang cewek yang bernama Monic.  Pertama minta nomor telepon selanjutnya kami sering chatting dan akhirnya kami janjian untuk bertemu, aku atur waktu dan hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=114&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini terjadi sewaktu aku masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta yang terkenal di Jakarta, berawal dari chatting di internet disebuah warnet dekat kampus, aku untuk pertama kalinya kenalan sama seorang cewek yang bernama Monic. <span id="more-114"></span></p>
<p>Pertama minta nomor telepon selanjutnya kami sering chatting dan akhirnya kami janjian untuk bertemu, aku atur waktu dan hari yang memang bagus. Hari itu malam minggu, sekitar jam 07.00 malam di Blok M Mall, ternyata dia cewek perfect untuk semua laki-laki yang melihatnya. Semua cowok yang ada di situ semua meliriknya, tingginya sekitar 168-172 cm, rambutnya hitam panjang sebahu, ukurannya 36B, pokoknya siip lah. Kami akhirnya ambil keputusan untuk nonton, dia pilih film “Sweet November”, aku sih ok saja. Di dalam aku tidak berani ngapa-ngapain, soalnya baru kenal takut, dibilang kurang ajar. Tapi aku beranikan untuk mulai menyentuh tangannya, ternyata dia diam saja, malah membalas meremas jari-jariku dengan tangannya yang lembut yang ditumbuhi bulu-bulu yang.. enak untuk disentuh. Hanya itu yang baru kulakukan. Terus kami makan, diperjalanan kugenggam tangannya, dia pun sepertinya tidak menolak bahkan kadang-kadang merangkulku sampai aku rasakan buah dadanya yang montok memijat-mijat bagian belakangku. Setelah itu aku mengantarnya pulang, rumahnya di daerah Menteng, ternyata dia anak orang tajir. Sesampainya di rumah dia meneleponku, dia mengajakku ke villa-nya yang berada di daerah puncak kepunyaan orang tuannya, (maklum anak orang kaya). Dia anak ke-3 dari 3 bersaudara.</p>
<p>Pas waktu itu aku libur semester, jadi ya Ok saja. Berangkatlah aku ke villanya. Pakaiannya, wow.. sexy sekali, buah dadanya yang ranum itu kelihatan ingin loncat keluar dari sarangnya yang ditutupi BH warna hitam. Sesampainya di sana kami langsung berenang, ternyata dia mempunyai tubuh yang benar-benar luar biasa, kulitnya putih, yang membuat darahku bergejolak kencang. Dari situlah petualanganku dimulai, kami terus berenang. Sampai pada suatu saat dia terpeleset sewaktu ingin naik, kutangkap dia, tanpa kusengaja aku pegang salah satu dari payudaranya yang kenyal itu. Aku minta maaf karena tidak sengaja kupegang tapi dia malah tersenyum bahkan sepertinya tidak ingin pernah mau kulepaskan, dia terus memandangku sampai akhirnya kukecup bibirnya yang seksi dan mungil itu, dia membalas dengan mesra. Kami terus bercumbu di dalam air, sampai-sampai penisku mulai menegang, tanganku terus merayap sampai ke buah dadanya, kuremas bergantian, sedangkan tanganku yang lain memegangi tubuhnya yang tak mau dilepaskan.</p>
<p>“To.. jangan lepaskan tanganmu ya..” kata Monic sambil tangannya sesekali memegangi penisku, dielusnya, setelah itu dia bilang, “Udah dulu ya, aku kedinginan nih, kita lanjutkan nanti ya..” Kugendong dia menuju kamar mandi yang tak jauh dari situ. Malam itu memang benar-benar dingin. Setelah makan malam kami langsung ke tempat tidur masing-masing. Aku membayangkan dia sedang ada di sebelahku tanpa busana, lamunanku serentak pudar setelah Monic mengetuk pintu. “To, kamu udah tidur belum?” sahutnya. “Belum,” jawabku, “Masuk aja tidak ditutup kok!” Dia memakai pakaian tidur yang transparan. Kulihat gunung kembarnya karena tidak mengenakan BH, sampai terlihat putingnya yang merah kehitam-hitaman.</p>
<p>“Kamu lagi ngapain To? Belum tidur..?”<br />
“Belum,” jawabku, aku balik bertanya,<br />
“Kamu ngapain ke sini? kok kamu belum tidur?”<br />
Dia menjawab, “Takut tidur sendiri, lagian dingin. Boleh nggak aku tidur sama kamu, habisnya aku takut kalau tidur sendiri,” memancingku.<br />
“Boleh aja,” sahutku.</p>
<p>Tiba-tiba dia langsung mendekatiku dan duduk di sampingku, terus terang hatiku jadi dag dig dug, apalagi tiba-tiba dia memegang tanganku, entah faktor udara yang semakin dingin atau aku terbuai angan-angan. Kucium bibirnya seperti yang kulakukan di kolam renang, dia balik mencium bahkan kali ini dia membalasnya dengan nafsu. Kukulum bibirnya dan kumainkan lidahku ke dalam mulutnya sambil kuremas buah dadanya, kali ini dengan kedua tanganku kuremas dan terus kuremas, lalu aku mulai menjilati buah dadanya dan kukulum putingnya yang mulai mengeras. Karena terangsang, kubuka seluruh pakaiannya juga CD-nya yang berwarna merah jambu. Baru kali ini kulihat tubuh wanita yang benar-benar telanjang bulat. Kulihat di sana ada rambut halus yang menutupi liang vaginannya, begitu mungil vaginanya berwarna kemerahan, begitu indah, belum lagi lekuk tubuhnya yang begitu menggiurkan, ditambah buah dadanya yang membusung padat berisi.</p>
<p>Sejenak aku terpana, lalu ia mulai membuka pakaianku satu persatu sampai CD-ku dibukannya, langsung keluarlah “terpedo”-ku yang kira-kira 17 cm, dia langsung mengocoknya sambil menghisap senjataku itu berulang-ulang. “Aah.. uh.. terus Mon.. terus..” Nikmat rasanya, aku tidak ingin kalah, langsung saja aku ke bagian bawah ketempat yang indah itu. Aku mulai membuka lebar-lebar kedua kakinya dan langsung kujilati vaginanya dan klitorisnya, dia mengerang, “Oh.. ah.. uh..” sambil menarik rambutku. Sepertinya dia menikmatinya, kami melakukannya berbalikan, aku menjilati vaginanya sedangkan dia terus menghisap senjataku, “Oh.. yes.. oh.. yeh..” desahannya terus kurasakan, sampai suatu saat kubalikkan badannya, lalu aku mulai memasukkan penisku yang mulai menegang keras ke dalam vaginannya yang masih sempit itu. Monic merintih, “Ah.. ah..” sepertinya jeritan keperawanan yang kurasakan. Lalu mulai kumasukkan, “Blesep.. blesep..” Agak sedikit susah memang tapi terus kupaksakan, akhirnya penisku seluruhnya masuk ke liang vaginannya. Dia langsung memelukku dengan kencang.</p>
<p>Aku semakin semangat, kugenjot dan kupercepat penisku keluar-masuk, “Slep.. slep..” kuangkat pantatnya sambil kuremas payudaranya berulang-ulang, kurasakan vaginanya mulai mengeluarkan cairan, sepertinya sudah mulai mencapai orgasme. Kupercepat gerakanku maju-mundur dengan cepat, sampai kurasakan ada sesuatu yang mau keluar dari penisku, kutarik dari lubang vaginanya dan kusodorkan ke mulutnya, langsung Monic mengulumnya, “Mon.. oh.. ach..” Setelah itu langsung penisku memuncratkan sperma yang membasahi sekitar wajahnya, “Crot.. crot.. crot..” langsung kucium dia. Dia menjilati sebagian spermaku yang masih tersisa di mulutnya sampai habis. Kami berdua berpelukan sejenak sampai akhirnya Monic tertidur di pelukanku sampai pagi dalam keadaan masih telanjang bulat.</p>
<p>Aku terbangun lebih dulu dan langsung pergi ke kamar mandi. Tak lama kemudian Monic menyusul ke kamar mandi dan kami mandi berdua, aku menyabuni tubuhnya yang indah itu. Aku lama menyabuni di sekitar payudaranya, lama sekali, dan sesekali kuelus dan kumasukkan jariku ke dalam vaginanya. Monic juga tak mau kalah, dia menyabuniku lama sekali di penisku sambil terus mengocok-ngocok penisku yang mulai tegang dan menghisapnya dengan lembut sampai kurasakan nikmat sekali. Kali ini kumasukkan penisku ke vaginannya dengan berdiri sambil kugendong dan kutempelkan ke dinding kamar mandi. Kuangkat pantatnya dan terus kugenjot dan kudorong penisku ke vaginannya, Monic merintih, “Terus To.. terus..” Dia kali ini benar-benar menikmatinya, lalu kukeluarkan penisku dan Monic langsung mengocoknya dengan cepat, sesekali menghisapnya, “Slep.. slep..” seperti makan es krim.</p>
<p>Tak lama kemudian, “Crot.. crot.. crot..” sebagian langsung tertelan ke mulutnya dia terus menghisapnya sampai aku lemas dibuatnya. Setelah itu kami mengeringkan badan, dan masuk ke kamar berpakaian aku mendekatinya, kuucapkan.. “Terima kasih sayang, enak sekali tadi,” dia juga bilang, “Terima kasih juga ya.. aku puas dan tidak menyesal memberikan semuanya padamu To..” sambil kucium keningnya dan bibirnya tanda sayangku, dia langsung memelukku dengan manjanya, maklum anak bungsu.</p>
<p>Setelah itu kami mengepak barang untuk pulang ke Jakarta. Sesampainnya di rumahnya kucium dia dengan mesra dan Monic membalasnya lama sekali. Kami bercumbu di depan rumahnya yang kelihatan masih sepi. Aku langsung pulang dengan membawa kenikmatan yang baru kali ini kurasakan dengan seorang gadis cantik dan masih perawan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=114&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/08/monic-ku-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngentot Sama Teman Smu</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/ngentot-sama-teman-smu/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/ngentot-sama-teman-smu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[abg bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cewek ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[mama ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tetek tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang saya kuliah di perguruan tinggi swasta di Bandung. Pengalaman ini saya alami 1 tahun yang lalu tepatnya Oktober 2001. Saya termasuk anak yang pandai bergaul. Tapi sayang kebanyakan teman saya di kuliahan rata-rata pria. Hal ini dikarenakan pacar saya 1 kelas dengan aku. Jadi sulit untuk melihat kesana dan kesini. Saya pacaran pacar saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=112&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang saya kuliah di perguruan tinggi swasta di Bandung. Pengalaman ini saya alami 1 tahun yang lalu tepatnya Oktober 2001.</p>
<p>Saya termasuk anak yang pandai bergaul. Tapi sayang kebanyakan teman saya di kuliahan rata-rata pria. Hal ini dikarenakan pacar saya 1 kelas dengan aku. Jadi sulit untuk melihat kesana dan kesini. Saya pacaran pacar saya (sebut saja namanya Ina) saat itu hampir 5 tahun, tapi sekarang kita udah putus. <span id="more-112"></span></p>
<p>Kami pacaran dari SMU, dan hubungan suami-istri sudah sering kami lakukan.<br />
Hingga suatu saat pada bulan september saya bertemu dengan teman lama di sma dan satu kuliahan dengan saya. Sebut saja namanya Novi. Saat smu novi termasuk anak yang paling cantik di sekolah. Suatu kebanggaan bagi kaum pria jika berhasil berteman apalagi menjadi pacarnya. Tapi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menjadi temannya. Dalam berteman ia selalu memilih-milih, apalagi dalam menjadi pacar. Saat itu pun aku tidak berhasil menjadi temannya.<br />
Wajar jika dia tidak mau berteman dengan ku karena aku hanya cowok biasa yang mempunyai tampang biasa juga.</p>
<p>Novi adalah cewek idola disekolah kami. Hampir semua anak dari kelas 1-3 mengenal dia. Dia termasuk anak orang kaya dan pintar. Kalau dibilang ukuran tubuhnya hampir mendekati sempurna ditambah dengan adanya tahi lalat di bawah bibir. Bibirnya tipis dan ukuran dadanya pun ditaksir kira-kira 34B. ditambah dengan badannya yang ideal dan kulitnya yang kuning bersih.</p>
<p>Kejadian ini terjadi pada awal september, saat saya bersama dengan Ina hendak makan siang di belakang kampus. Tidak sengaja kami berdua berpapasan dengan Novi. Kami pun senyum duluan dan sesudah itu dibalas dengan senyuman dan ucapan oleh Novi. “Masih awet yah dari sma”? katanya. Kami hanya membalas ucapan dia dengan senyuman saja. Melihat body nya yang aduhai membuat saya ingin memiliki dia, tapi mana mungkin pikir ku.</p>
<p>Keesokan harinya saya terlambat kuliah dan tidak diijinkan masuk oleh dosen, karena saya terlambar lebih dari 15 menit. Dengan kesal saya memaki-maki dosen dalam hati, karena jarak dari rumah ke kuliahan cukup jauh. Tidak sengaja ketika turun dari tangga saya melihat Novi sedang duduk di teras sendirian. Saat itu saya memberanikan diri untuk menyapa dia, mumpung gak ada Ina. Saya langsung duduk disebelah Novi dan berkata, “ga ada kuliah vi”? tanyaku. Novi langsung menjawab “ga ada dosen tuh”? “kamu sendirian, mana Ina”? tanya dia. “ga ada, aku sendirian”. Saat itu ga sengaja aku ngelihat ke bagian dadanya sebentar. Ya ampun, antara kancing atas dan bawahnya sedikit kebuka dan kelihatan bentuk dadanya yang kuning bersih. Saat itu aku langsung melihat mukanya lagi sambil jantung ini berdetak lebih keras, dan kamipun melanjutkan pembicaraan kira-kira 1/2 jam lamanya.</p>
<p>Setelah itu saya masuk kuliah jam 09.30. Di dalam kelas saya tidak bisa kosentrasi belajar, pikiran selalu tertuju pada muka dan dada Novi yang kenyal. Dalam hati ku berfikir, gimana caranya tuk dapatin Novi dan bodinya. Selama 1 jam aku berfikir terus, dan aku mulai dapat ide tuk deketin dia. Setelah itu kususun rencana serapi mungkin agar gak kelihatan kalo semua itu sudah aku atur.</p>
<p>Pulang kuliah gak sengaja aku ketemu dengan Novi. Dia sedang melihat papan pengumuman. Aku diam sebentar karena ku akui aku juga grogi setengah mati. Setelah agak tenang sedikit aku mulai mendekati dia. “Hei, lagi ngapain?” tanyaku. “hei, ketemu lagi, lagi liat pengumuman nih.” Jawab dia. “eh vi, tau gak jalan pasir pogor dimana?” tanyaku. Sebenarnya aku sudah tahu dimana jalan pogor itu. Sengaja aku pilih jalan itu karena jalan pasir pogor melewati rumahnya dulu.</p>
<p>“Kalo ga salah di deket Ciwastra deh? Emang mo ngapain kesana?” jawab dia. Wah kena juga nih, pikir ku. “mo ketemu temen aku di sana, Cuma ga tau jalannya kemana. Kalo ga salah rumah kamu di daerah Ciwastra kan?” pancing aku. “iya, emang kenapa?” “Anterin donk kesana, ntar aku anter balik dech ke rumah kamu”. “gimana yah, soalnya temenku ada yang mo nganterin balik, tapi ya udah dech aku ngomong bentar ama temen aku, kamu tunggu aja di kopma yah?” jawab dia. Wuihh, rencana ku berhasil nih.</p>
<p>Tidak sampai 10 menit Novi menghampiri ku yang sedang duduk bersama temenku. “ayo, mau balik sekarang?” dengan gesit aku berdiri dan pergi bersamanya. Temanku hanya bengong, karena tidak menyangka aku akan jalan bareng ama Novi. Kami pergi menuju tempat parkir mobil, karena aku saat itu memakai mobil Feroza.</p>
<p>Di tengah perjalanan kami hanya berbicara mengenai masa sma dan mengenai ina. Tapi setiap pembicaraan mengarah pada Ina, aku selalu bilang kalo aku sudah putus dari Ina. Dan aku bilang ama Novi supaya jangan ungkit-ungkit masalah Ina lagi. Mobil sengaja kuperlambat supaya aku dapat bicara lebih lama dengan dia. Dan saat itu, kancing baju atasnya terbuka dan dia duduk sambil miring ke pintu mobil. Sehingga kelihatanlah BH nya yang berwarna hitam. Aduh ma, ucapku. Ngga terasa kontolku sudah mengeras. Ku coba diam sejenak, karena kalau salah sedikit sikapku maka gagal juga tuk dapetin bodinya.</p>
<p>Setelah ditunjukin jalan pasir pogor, aku pun mengantarnya balik. Sesampai nya didepan pintu rumah yang lumayan mewah, ia berkata sambil tersenyum. “makasih yah, dah mo nganterin. Mo masuk dulu ga ke rumah?” wah kesempatan nih pikirku. Tapi rencana sih harus tetap kujalanin. “ga deh vi, makasih. Lain kali aja yah, aku mesti ke pasir pogor lagi nih. Oh ya, besok balik jam berapa? Bareng yuk?” pancing aku. “Besok aku balik jam 9.30, ya udah kalo mau nganterin tungguin di papan pengumuman besok yah?” wah, rencana pertama aku sukses nih. Tinggal jalanin rencana ke 2.</p>
<p>Besoknya aku sudah stand by di papan pengumuman. Dan tak lama kemudian novi datang menghampiriku. “mo nganterin lagi nih, kalo mau sekarang aja”, tanyanya. “ayo dech sekarang aja”. Jawabku. Dalam hati ini juga deg-degan banget. Bukan karena mau jalan ama Novi, tapi takut ketahuan ama Ina. Wah bisa berabe nih urusan kalo ketahuan. Akhirnya kamipun pulang samaan. Di tengah perjalanan pulang kami ngobrol sampai terbahak-bahak. Memang aku pintar untuk membuat orang lain ketawa, dan kuakui itulah kelebihan ku dalam menaklukan hati wanita. Ditengah tawa kami akupun mulai bertanya kesukaan dia? Saat itu terpikir oleh ku untuk mengajak dia berenang, karena dengan berenanglah aku dapat melihat bodinya secara langsung. Memang Novi selama di smu tidak pernah 1 kali pun ikut pelajaran berenang, entah kenapa? “mau kemana lagi ntar habis nganterin aku?” “Aku mau berenang nih vi, kamu bisa berenang gak?” pancing aku. “gak bisa nih” jawab dia.</p>
<p>“Ya udah, kamu mau berenang samaan ga ama aku, ntar aku ajarin dech” jawab aku. “tapi aku gak punya baju renang, soalnya aku gak suka renang sih”! Katanya. “yah kamu cari dulu donk, ntar kalo ga ada kan beda urusannya lagi, jadi besok jam 2 sore yah?” tanyaku. “iya deh jam 2 sore jemput aku di rumah yah” jawabnya. Sesudah itu aku anterin dia balik kerumahnya. Sesudah itu aku hanya tertawa kecil dan menggumam, “udah kena perangkap aku nih, tinggal rencana ke 3 nih besok. Wah, udah kebayang bentuk dadanya, pahanya dan sentuhan tangannya saat aku ajarin dia berenang besok, terlebih tangannya di tumbuhin bulu-bulu halus”.</p>
<p>Besoknya kamipun pergi berenang samaan ke pemandian Cipaku. Saat ganti baju aku sudah membayangkan bentuk dadanya, pahanya yang putih dan lain-lainlah pikiran ku saat itu. Saat ketemu hati ku langsung berdetak lebih kencang, karena Novi yang ada di depanku sekarang sedang memakai baju renang. Dan dadanya mulai kelihatan sedikit menyembul ditambah dengan pahanya yang indah banget. Suerr, kontolku saat itu langsung tegang terlebih dia menggandeng tanganku menuju tempat penyimpanan tas di samping kolam renang.</p>
<p>Sesudah itu aku pun langsung masuk ke kolam renang dan disusul oleh dia. Dan saat itu mulai aku mengajari dia sebatas aku bisa. Saat memegang tangannya terasa jantung berdetak lebih cepat. Tangannya halus banget. Ditambah senyuman bibirnya yang tipis dan merah. Hampir 1/2 jam aku mengajari dia berenang. Tapi kontol ini masih tegang terus. Pada saat aku sedang mengajari dia berenang tak senggaja dia menyenggol batang kemaluanku karena saat itu aku sedang mengajari dia gaya katak. Aku malu banget, karena takut dipikir novi, belom apa-apa sudah tegang duluan. Tapi aku coba buang pikiran itu jauh-jauh.</p>
<p>Saat itu aku sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi. Dengan sengaja saat dia hampir tenggelam sengaja aku peluk dan dekatkan kontolku di depan atau di belakang dia. Dan dengan sengaja juga aku mencoba agar tanganku sekali-kali mengenai dadanya dia. Rencana ku berhasil, kami semakin akrab saja. Tapi aku ngga tahu, apa mungkin ia suka ama aku, atau hanya sebatas teman. Kami berenang hampir 2 jam.</p>
<p>Sesudah itu aku terlebih dahulu mengajaknya pulang karena hari hampir malem jam 6 malam. Kami makan di hoka-hoka bento yang ada di jalan setia budi. Dan dalam perjalanan pulang pun kami masih tertawa bersama. Dalam hatiku berkata, sebentar lagi kamu masuk dalam pelukan ku vi! Sesampainya di rumah novi, ia mengajak aku masuk supaya minum the dahulu. Kesempatan ini tidak ku sia-siakan lagi. Inilah rencana akhirku. Aku masuk dan duduk disebelah dia sambil posisi 1/2 tidur. 15 menit kami mengobrol. Otak ku berputar terus saat kami ngobrol bersama. Dalam pikiran ku, gimana aku dapat menyentuh dia, sedangkan dari novi tidak ada sinyal sama sekali pada ku.</p>
<p>Sampai pukul 7.20 aku masih terdiam. Sampai suatu saat Novi bertanya padaku. “maaf yah kalo ini nyakitin kamu, cuma aku mau nanya. Kenapa kamu kok bisa sampai putus dari Ina, kan dia orang nya baik banget”. Wah dengan pertanyaan itu aku mulai dapat ide lagi. “ga tau deh vi, aku juga bingung. Aku ngerasa kita ngga cocok lagi dech”. Kataku. Dengan perasaan sedih aku coba genggam tangan dia sambil berkata,”tapi kamu jangan bilang siapa-siapa kalo aku sama Ina udah putus yah, please..” Ya ampun aku deg-degan banget saat itu, tapi aku coba bersikap tenang. Dia cuma diam saat aku pegang tangannya. “Tenang aja kok, aku bisa jaga rahasia”.</p>
<p>Nafsu ku sudah nggak terkendali lagi, terlebih ruang tamu saat itu terutup rapat. Dan saat itu penghuni rumah yang lain sedang asik nonton TV. Tanganku saat itu sedang mengenggam tangannya. Dan perlahan lahan aku mengusap bulu halus yang ada di tangannya dan mengusapnya perlahan-lahan sambikl berkata, “kamu cantik banget vi, aku seneng banget bisa samaan ama kamu”. Perlahan kulihat gerakan tangan, muka dan kakinya dia. Ternyata dia sudah gelisah. Merasa ada jawaban aku meneruskan elusanku, sambil kucoba dekatkan bibirku ke bibirnya dia. Senggaja aku mengecup secara perlahan dan lembut dan diiringi desahan nafas perlahan. Memang aku pintar dalam merangsang cewek, karena aku sudah pengalaman dari Ina.<br />
Sesudah kukecup bibirnya secara perlahan dia memejamkamkan mata dan terasa getaran kakinya yang mulai gelisah.</p>
<p>Perlahan kukecup bibir lagi. rupanya kali ini ciuman ku berbalas juga. ia balik mencium ku dengan lembut. perlahan ku lepas ciuman ku di bibirnya dan bergerak menuju lehernya. walaupun aku sudah terangsang banget tapi aku masih bisa berfikir apa yang mesti aku lakukan lagi tuk dapetin body nya. ciumanku bergerilya disekitar leher dan dekat telinga. terdengar nafasnya yang sudah memburu. Perlahan-lahan tanganku memegang pipinya secara lembut, lehernya dan mencoba memegang toketnya yang aduhai. aku usap toket novi dari luar baju. ia masih diam dengan mata tertutup. dengan perlahan tanganku masuk ke dalam bajunya lewat bawah dan tanganku mulai mengenai BH nya. ku coba angkat sedikit BHnya secara perlahan-lahan. dan terasa saat itu toket Novi sudah dalam genggamanku. kuusap dan kepelintir putingnya secara perlahan. saat itu juga kucoba tangan yang satu lagi tuk membuka kancing bajunya. setelah kubuka bajunya terlihatlah Bh yang berwarna hitam, dengan gunung kembar yang indah banget dibaliknya. saat itu nafsu ku sudah tidak terkontrol lagi. kontolku sudah ngaceng banget.</p>
<p>Tapi aku belum puas sebelum melihat memeknya. kucoba tuk buka rok nya secara perlahan, dan terlihat pula gundukan daging di balik celana dalam hitamnya. aku terdiam sebentar karena tidak menyangka novi cewek yang cantik banget, dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendekatinya kini sudah bugil di depan mataku.<br />
“Aghh.. kamu kok gini sih an” desahnya. aku cuma tersenyum puas. dan kucoba tuk menarik tangannya ke arah kontolku. dan memang sudah sengaja sleting celanaku sudag aku buka. dan merosotlah celanaku. rupanya novi sudah bernafsu banget. diangkatnya bajuku dan di lepaskannya celan dalamku.</p>
<p>Kini matanya sudah terbuka dan melihat kontolku yang lumayan gede. “ihh.. gede banget yang kamu an”? aku coba bangkit berdiri agar dia mau mengulum kontolku. “kamu mau cium kontolku kan”? tanpa menunggu komando lagi kepala novi ku arahkan ke kontolku yang sudah keras banget. diciumnya perlahan-lahan kontolku dan dijilatinnya kontolku. “muahh.. mchh..” terdengar bunyi dari mulutnya yang tipis. “terus vi.. achh.. terus.. enak banget loh .., kamu pinter banget vi.. achh..”</p>
<p>Pikiranku sudah tidak dapat kukontrol lagi. 15 menit sudah berlalu. dan perlahan ku angkat tubuhnya ke atas sofa ruang tamu dan kutidurkan. kucium lehernya terus turun ke menuju susunya yang kenyal dan indah. “gilaa banget nih cewe bodynya, susunya, pantatnya yang kenyal, terlebih bulu-bulu yang lumayan banyak dan halus”. gumamku dalam hati”. kucium toketnya yang lumayan besar dan kenyal. “muachh.. muachh.. ” “aduh an.. terusin.. achh..” dia mengerang terus. sambil ku jilatin toketnya, tangan kananku perlahan-lahan menuju memeknya. Astaga.. basahh banget nih.. terus ku elus dengan lembut dan ku belai klitorisnya yang sudah mencuat.</p>
<p>“Achh.. euhh..” ia mengerang keenakan. perlahan ciumanku turun kebawah vaginanya. ku jilatin memeknya yang basah. mhh.. mhhachh.. dia menarik kepalaku dan mengejang. “acchh an, kayanya aku mau kencing nih..” “kencingin aja vi, itu bukan kencing kok yang mo keluar, itu namanya mau orgasme..” “achh an, ennaak banget nih.., ahh.. terusin sayang kata nya”. aku tersenyum kecil saat ia memanggilku dengan kata sayang. “hahaha.. kamu udah masuk dalam genggamanku sekarang vi..” kataku dalam hati. “achh.. terusin an.. terusin yah sayang.. katanya”. kujilatin memeknya terus dan teruss.. “ohh indahnya memekmu vi. beruntung banget aku bisa dapetin memek dari cewek secantik kamu” kataku dalam hati. kali ini ia merapatkan kakinya dan kembali mengejang. ahh.. an kayanya aku mau keluar lagi nihh.. achh..”</p>
<p>“Keluarin aja semuanya sayang.. terus keluarin aja..” kataku. setelah kurasa cukup, mulai ku arahkan kontolku yang sudah keras dan panas ke memeknya novi. “tahan bentar yach kalo sakit.. ntar juga nggak sakit lagi kok..” kataku pada novi. kumasukan kontolku perlahan-lahan ke memeknya. achh .. erangku karena kontolku masih agak susah masuknya. maklumlah memek perawan pertama kali pasti susah simasukinnya. “achh.. ohh.. masukin langsung aja dech an..” pintanya. “kamu ngga akan nyesel vi..? “ga akan kok, aku rela ama kamu diambilnya”. “Achh.. terus.. ” dengan sedikit kekuatan kutekan kontolku makin kedalam. dan kini sudah masuk semua kontolku kedalamnya. “ohh.. hangat banget memeknya..” “aduh sakit an.. akhh..”</p>
<p>Terasa darah segar keluar dari vaginanya dan membasahi bajunya yang memang sudah sengaja kusimpan dibawah pantatnya. “ya ampunn.. banyak banget darahnya nih..” gumamku dalam hati. tak perduli dengan darah yang mengucur aku enjot dia perlahan-lahan, dan kelama-lamaan maikin kencang. “achh.. ohh.. ahh.. terusin an.. makin lama makin enak nih..achh.. genjotanku makin ku percepat lagi. achh ..ohh enak banget.. terusin yahh..” hampir 15 menit aku menggumuli dia. perlahan-lahan ku genjot dia secara pelan dan pelan. sehingga dia bisa menikmatinya. “pelan-pelan aja yah vi, biar aku bisa cium toket kamu”.</p>
<p>Sambil menggesek-gesek kontolku kedalam vaginanya. kucium perlahan-lahan puting toketnya. kuatru perlahan-lahan gesekan ku. dan tak lama kemudian terdengar ia mengerang dan mengejang. “achh.. kaya ada yang mau keluar nih.. achh.. aduh mau keluar nihh..” “kembali kuatur gesekanku secara perlahan agar ia bisa keluar”. dan benar saja sebentar kemudian dia mengalami orgasme untuk ke 2 kalinya. “achh.. achh.. ohh.. mau keluar nih.. ann..achh..”</p>
<p>Novi sudah mengalami orgasme sedang aku sebentar lagi mau keluar. setelah kurasa cukup maka kupercepat gerakan kontolku ke memeknya dia. “achh.. mau keluar lagi nih an.. achh..” “bentar lagi aku juga mau keluar nih vi.. ahh” erangku. “keluarin didalem aja yah ann.. achh..”</p>
<p>Walaupun dia sudah bersedia menerima sperma ku di vaginanya, tapi aku tidak sebodoh itu, aku masih ga mau terikat oleh dia. dengan menambah kecepatan aku terus mengenjot dia semakin cepat. “achh.. aku mau keluar nihh.. kamu mau minum sperma ku kan.. achh.” “kenapa gak dikeluarin di dalam aja sih, ya udah ga pa pa kok di mulut ku juga.” “achh.. terusinn.. ann aku juga<br />
mau keluar lagi nih..achh..” “aku juga mau keluar nih vi..” dan saat itu kamipun keluar bersamaan. “achh.. kuangkat langsung kontolku yang sudah hampir menyemburkan sperma.. achh ..kukocokan kontolku ke arah mulut dan dadanya dia. “croot..crott.. spermaku membasahi mulut dan susunya”. “achh..srepp.. enak banget sperma kamu an.. cape banget nih.. liat tuh badanku sampe keringatan semua.” aku hanya tersenyum dan berkata. “tapi enak kan..” kubersihkan cairan spermaku dengan tissue nya. dan ia pun pergi kekamar mandi tuk membersihkan badannya. achh.. lega banget hatiku setelah dapetin cewek yang pernah menjadi idola di smu dulu. Setelah novi membersihkan badannya sayapun minta ijin pulang dulu karena jam sudah pukul 8.50. ntar bapanya bisa curiga lagi.</p>
<p>kejadian ini terus berulang-ulang sampai saat saya masih mengetik cerita ini. Walaupun antara kami sampai sekarang belum ada status pacaran, melainkan hanya teman biasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=112&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/ngentot-sama-teman-smu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Memek ABG</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-memek-abg/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-memek-abg/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:57:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[abg bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cewek ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[mama ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tetek tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Aku kuliah di suatu perguruan tinggi swasta di Malang, yang mana cerita berawal dari Perkenalanku dengan seorang gadis SMU, gadis ini bernama Naning (panggilannya). Kuakui sangat cantik sekali karena yang kutahu banyak sekali yang suka dengannya. Perkenalanku dengannya berlanjut sampai aku mendekatinya, setelah kutahu dia sudah memiliki pacar. Tapi dalam kamusku aku harus bisa mendapatkannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=110&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku kuliah di suatu perguruan tinggi swasta di Malang, yang mana cerita berawal dari Perkenalanku dengan seorang gadis SMU, gadis ini bernama Naning (panggilannya). Kuakui sangat cantik sekali karena yang kutahu banyak sekali yang suka dengannya. Perkenalanku dengannya berlanjut sampai aku mendekatinya, setelah kutahu dia sudah memiliki pacar. Tapi dalam kamusku aku harus bisa mendapatkannya, karena aku sudah terlampau jauh dan tidak ingin kehilangan dia. Namanya otak kotor sudah banyak sekali di otakku, maka dia kuhasut untuk meninggalkan pacarnya. Tapi namanya mungkin keberuntunganku dia ternyata meninggalkan sang pacar. <span id="more-110"></span></p>
<p>Berawal setelah meninggalkan pacarnya, dia sudah dekat denganku dan dalam genggamanku. Berjanji ketemu di rumahnya setelah pulang sekolah, dia kujemput untuk kuajak ke kontrakanku. Setelah sampai di rumahku, kami langsung menuju kamarku untuk bercerita masalah-masalah yang dialaminya. Setelah beberapa waktu kami bercerita, tanpa disadari aku menatap buah dadanya yang begitu padat yang membuat pikiran kotorku mulai bekerja. Kulit putih tinggi semampai selalu menggerogoti otakku untuk menyentuhnya. Aku takut untuk memulainya, tapi dia mulai berkata, “Mas.. kalau di rumah ngapain aja?” tanyanya sambil menatap mataku. Yang kutahu matanya itu memiliki magnet yang sangat besar untuk menarikku. Aku menjawab, “Yaa.. pulang kuliah langsung tidur lagi,” kataku sambil aku mendekat untuk mencium harum tubuhnya. Rupanya entah kenapa nafsuku sudah tak bisa aku bendung, aku makin mendekat. Naning merasa kudekati dan berkata, “Mas kok gelisah sekali sih?” Aku menjawab sambil menahan, “Si Dul berganti posisi duduk.”</p>
<p>Tanpa kusadari Naning melihat ke arah “Dul” punyaku, langsung berkata, “Ehh.. itu Mas kok keliatan?” Aku malu, tapi dia tertawa. Karena sudah ketahuan aku mendekatinya dan langsung kusergap bibirnya yang merah ranum, rupanya dia juga merasakan apa yang kurasakan. Tanpa basa-basi kami sudah larut dalam ciuman yang sangat panjang. Tanganku mulai meraba kedua buah dadanya yang padat, dan tangan satunya ke arah kepala membelai rambutnya yang hitam panjang. Merasa sesuatu ada yang menyentuh buah dadanya, Naning mulai mengeluarkan suara yang kurasa adalah kenikmatannya. Aku tidak berhenti melakukan gerilya di sekujur tubuhnya, sampai aku membuka satu persatu pakaiannya. Dari baju kubuka terlihat buah dada yang padat berisi ditutupi oleh kutang berwarna merah muda, kedua tanganku beralih ke belakang tubuhnya untuk melepas BH-nya, karena aku sudah tidak tahan lagi untuk menjilati buah dadanya.</p>
<p>Setelah terlepas, aku hanya bergumam dalam hati, wah ini baru namanya buah dada, putingnya yang merah muda kecil yang seperti buah cerry langsung kulumat. Naning langsung menjerit seakan terbang ke awan. Wajahku bergantian ke kanan dan ke kiri untuk melumat buah dadanya. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk membuka celana jeans-nya. Aku takut juga, dikira laki-laki kurang ajar, namanya otak kotor, ya aku langsung saja melepas kancing celananya dan dia meneruskan membuka celananya. Jantungku berhenti sejenak untuk menyaksikan kulit putih yang ada di hadapanku, sekali lagi aku bergumam, aduh mulusnya tubuh putih ini. Tanpa pikir panjang aku langsung membuka seluruh pakaianku. Dia berkata, “Cepet Mas.. aku udah gak tahan!” dengan nafas terputus-putus. Membuatku sedikit tergesa-gesa melepaskan pakaianku, mungkin dia tidak ingin melepaskan kenikmatan yang baru didapat. Dia terkejut melihat si “Dul” punyaku yang besar sekali, sambil berkata, “Wahh.. Mas.. kok besar sekali?” Aku menjawab, “Akh masa sich?” sambil aku menindihkan tubuhku di tubuhnya.</p>
<p>Disambut dengan kecupan bibir mungilnya, aku mulai kembali melakukan agresi ke bagian kemaluannya yang berbulu tipis lembut. Jariku mulai mengarah ke rerumputan di sekitarnya dan kulihat matanya berkedip-kedip menahan nikmat yang dirasakan. Pinggulnya mulai bergoyang ke kiri dan ke kanan seakan ingin mengarahkan jari-jariku untuk masuk ke tempat yang lebih dalam. Begitu jariku mulai meniti ke arah yang lebih dalam, kurasakan jariku basah oleh cairan yang aku sendiri tak tahu. Mungkin itulah kesimpulanku adalah cairah dimana seorang wanita mulai terangsang. Semakin lama aku bermain, semakin dia bergerak lebih agresif dengan mengepitkan kedua pahanya dan tanganku kurasakan tak dapat bergerak oleh hempitan kedua pahanya yang sangat mulus. Hingga saat yang tak kuduga dia mengeluarkan suara tersendat-sendat dengan seluruh tubuh mengejang. Naning berkata, “Akh.. Mass.. aku keluarr..” dengan ucapan yang tak ada hentinya dan kata terakhir yang panjang, “Aaahh..” dan seluruh tubuhnya mulai melemah.</p>
<p>Aku tak mau kalah dengan situasi seperti ini, karena akulah yang ingin sekali merasakan kenikmatan tubuh mulusnya itu. Dengan senjataku yang telah siap untuk mencari mangsa dan siap untuk diberi tugas. Dengan mata yang tegang dia melihat ke arah “Dul”-ku, seperti ingin melahap apa yang ada di hadapannya. Naning bergumam, “Mas.. kok besar sekali?” seperti orang terkejut. Aku tak ambil pusing mau besar atau kecil langsung kutancap gas saja, secara perlahan mulai kuarahkan “Dul”-ku ke kemaluannya, tapi aku susah sekali untuk memulai karena mungkin baru pertama kali ini dia melakukan berhubungan layaknya suami istri. Kubuka kedua belah kakinya sehingga tampaklah sosok yang belum pernah kulihat. Akhirnya dia yang mengarahkan senjataku untuk masuk ke kemaluannya. Sedikit demi sedikit kutekan secara perlahan dan dia mengeluarkan desisan yang membuat badanku seperti bersemangat. Dengan bibir digigit dia menahan rasa, entah sakit atau kenikmatan tapi yang kutahu dia mengeluarkan kata “Sstt.. aakkhh.. terus Mass..” begitu terus, sampai kata-katanya berlanjut dengan.. “Aku pingin yang lama Mass..” permintaannya harus kupenuhi dan aku juga tak ingin membuang-buang kesempatan seperti ini.</p>
<p>Dengan kedua tangannya di punggungku, dia melakukan gerakan-gerakan yang membuat permainan ini semakin terasa nikmat. Aku makin bersemangat bergerak maju dan mundur secara perlahan-lahan, semakin terasa “Dul”-ku mudah melakukan gerakan maju-mundur di dalam vaginanya, maka semakin kencang dan nikmat aku beradu untuk mencapai kenikmatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Setelah beberapa saat aku merubah gaya bermainku dengan kedua kakinya kuangkat tinggi di bahuku. Dan permainan berlanjut dengan desahan-desahan nikmat. Kuperhatikan wajahnya sepperti menahan sakit atau apa, kedua tangannya menggenggam seprai kasur dan kepalanya ke kiri dan ke kanan sambil mengeluarkan kata-kata yang tak menentu, “Aaakkhh.. Mass.. jangann.. di.. lepass.. yang kuatt.. Mass.. aahhkk.. akuu.. udahh.. gaakk.. tahaann nihh.. aduhh.. Mass.. enakk Mas..” dan dia mengecupkan bibirnya di keningku. Keringat mulai keluar di sekujur tubuhku dan dia tak kuhitung berapa kali si “Dul” keluar masuk ke vaginanya. Tanganku yang tak pernah berhenti memutar, menekan dan meremas buah dadanya bahkan sekali-kali aku melumatnya dengan nafsu yang membara, dia pun setengah berteriak, “Aahk.. Maass.. uuhggk.. Mass.. eemmhh..” begitu seterusnya.</p>
<p>Dan aku merasakan ada sesuatu yang menjepit keras di kemaluanku, rupanya dia sudah akan mencapai puncaknya. “Aaahhkk.. Mas.. aku.. keluar Mas.. aahhkk.. uughh.. Maas..!” sambil memeluk erat tubuhku dan terasa kuku-kukunya mencabik pundakku. Aku hanya mendesis sejenak, setelah dia sudah keluar, aku mulai dengan kegiatanku semula. Secara perlahan aku mulai menggoyangkan pinggulku maju-mundur secara teratur, dia merasakan kesakitan atau kenikmatan aku tak tahu, yang jelas dia ingin ekali lagi mengulanginya. Aku menyuruhnya berganti posisi. Dia sekarang berada di atasku dan kulihat “Dul”-ku masih berdiri tegak menanti adanya sentuhan halus bulunya. Kedua kakiku kuluruskan, Naning mulai dengan membengkangkan kedua pahanya dan tangannya meraih “Dul”-ku dan memasukkan ke dalam vaginanya. “Blep..” begitulah kira-kira antara pertemuan dua kemaluan yang sangat cocok sekali seperti mur dan baut.</p>
<p>Dengan perlahan dia menggoyangkan pinggulnya ke atas dan bawah, “Aaahhkk.. eemmhh.. enaknyaa Mas..” sambil kedua tanganku membelai kedua buah dadanya dan sekali-kali kulumat salah satu dari buah dadanya itu. Rupanya Naning merasakan lain dari yang pertama yang dirasakannya. Ini kulihat dia lebih bersemangat dengan menggoyangkan pinggulnya yang indah bagaikan body gitar. Aku mulai tidak tahan dengan irama permainannya yang sungguh nikmat sekali. Tangannya menarik kepalaku dan menyuruhnya mencium buah dadanya, aku menurut saja apa yang ingin dia lakukan dan itu rupanya berhasil. Sampai saatnya aku akan ejakulasi, kuberi tanda kepada Naning bahwa aku akan keluar. Naning pun tak ingin menyia-nyiakan usahanya untuk mencapai orgasme lagi dan berucap,<br />
“Ssst.. aahk.. Mas.. bareng yaa.. aku juga akan keluar.. teruss.. Mas cium teruss.. Mass.. aahhkk..”<br />
Sambil aku berhitung, “Satu..”<br />
“Aaahkk..” ucapnya.<br />
“Dua..””Uuughh Mass.. iiyaa.. Mass.. aakuu.. aakkhh..””Tii.. gaa..”<br />
Kami bersama-sama mengeluarkan kata, “Aaahkkggk..” dan berpelukan erat sekali seperti tak ingin menyiakannya, si “Dul” memuntahkan laharnya. Naning masih terus menggoyangkan pinggulnya.</p>
<p>Sampai akhirnya kami lemas terkulai berdua, dan setelah itu dia menciumku dengan penuh rasa sayang. “Wah.. Mas.. kamu hebat sekali yaa.. seperti berpengalaman saja.” Aku hanya menjawab, “Enggak ah..” dan hari-hari selanjutnya kami selalu menghabiskan waktu berdua. Tanpa ada hambatan aku melakukannya dimana saja, kapan saja, kalau ada kesempatan kami melakukan di rumahku atau di rumahnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=110&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-memek-abg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Memek Ayu</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-memek-ayu/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-memek-ayu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[abg bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cewek ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[mama ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tetek tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Indra, seorang mahasiswa dari jogja umurku sekarang 21 tahun. Kisah ini adalah kisah nyataku yang aku alami bersama dengan anak tetanggaku sekitar 1 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih kuliah dan Ayu, sebut saja begitu, umurnya masih sekitar 18 tahun dan baru saja lulus dari SMU.  Ayu orangnya supel dan mudah bergaul dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=108&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namaku Indra, seorang mahasiswa dari jogja umurku sekarang 21 tahun. Kisah ini adalah kisah nyataku yang aku alami bersama dengan anak tetanggaku sekitar 1 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih kuliah dan Ayu, sebut saja begitu, umurnya masih sekitar 18 tahun dan baru saja lulus dari SMU. <span id="more-108"></span></p>
<p>Ayu orangnya supel dan mudah bergaul dengan siapa saja. Maka dari itu semua orang dilingkungan tempat tinggalku kenal dengan dia. Selain itu juga Ayu aktif dalam berbagai kegiatan dilingkungan kami seperti halnya karang taruna dan dia selalu terpilih menjadi ketua panitia dalam setiap kegiatan dilingkungan kami. Sifatnya yang energik itulah yang disukai siapapun. Satu lagi sifat yang sulit dipisahkan darinya yaitu, dia seorang gadis tomboy, walaupun dia sering marah jika disebut begitu.</p>
<p>Sikap Ayu padaku sudah seperti adikku sendiri. Dia seringkali main ke rumahku untuk sekedar bercengkerama dengan keluarga kami. Dan juga pada tetangga yang lain dia juga begitu. Karena begitu akrabnya denganku sehingga dia sering keluar masuk kamarku untuk sekedar membangunkanku dari tidur mengajakku bercanda atau kadang-kadang dia juga tak segan untuk curhat denganku.</p>
<p>Kebiasaan itulah yang selalu dilakukannya hingga pada suatu saat aku lupa mematikan komputer yang ada di kamarku setelah aku mengerjakan paper untuk mata kuliah Ilmu Sosial Dasar semalam suntuk. Karena kelelahan aku tertidur dimuka komputer dan aku tinggalkan komputerku dalam keadaan menyala. Sebagai anak muda menyimpan gambar-gambar porno dari disket ke disket atau bertukar VCD porno adalah hal yang wajar diantara aku dan teman-temanku. Rasa khawatirku muncul dan aku bergegas bangun.</p>
<p>“.. Mas, koq komputernya enggak dimatiin sih..?” tanya Ayu sambil menggeser-geser mouse.</p>
<p>Untung saja ia hanya main game solitaire. Aku banting lagi tubuhku yang masih setengah nyawa ke kasur busa yang ada dilantai.</p>
<p>“.. Iya.. Semalem.. Abis ngerjain tugas.. Aku ketiduran, Yu..” kataku sambil bermalas-malasan dikasur.<br />
“.. Iya.. sudah sana mandi..! Mana bau ih.. sudah sana..!” bentak Ayu sambil bercanda menirukan gaya Ibuku yang biasa membangunkanku dengan kata-kata itu.<br />
“.. Hoahh..!!” aku menguap sambil menggeliat mengumpulkan nyawa.<br />
“.. Idih.. Baunya kemana-mana.. sudah sana mandi.. mau mandi enggak.. Hah?!” kata Ayu sambil merapat padaku dan memukul guling ke mukaku..<br />
“.. Aduh.. Duh.. Aduh.. He.. He.. He.. Aduh..!!” aku pura-pura sakit sambil tertawa terkekeh.<br />
“.. sudah.. Sana.. Mandi.. Sana!!” bentak Ayu sambil terus memukul-mukul dengan bantal ke mukaku</p>
<p>Tak tahan diserang bertubi-tubi aku akhirnya menyerah dan bergegas ke kamar mandi sambil mengambil handuk dan pakaianku. Hari itu hari sabtu jadi aku tak perlu tergesa-gesa karena hari itu hari libur. Ada yang aneh karena Ayah dan Ibuku yang biasanya ada dirumah kini tidak ada. Setelah itu aku kembali ke kamarku.</p>
<p>“.. Yu.. Ibu sama Ayahku kemana..?” tanyaku pada Ayu<br />
“.. Lho.. Mas.. Koq.. enggak tahu sih..?” Ayu balas bertanya<br />
“.. Nggak.. Ada apa..?” tanyaku lagi..<br />
“.. Ibu sama Ayah Mas.. Tadi pagi sudah berangkat ke Bekasi.. Katanya mau lihat anaknya Mas Robi..” cerita Ayu.</p>
<p>Mas Robi adalah abangku. Anaknya yang juga adalak keponakanku yang umurnya baru 2 tahun sakit. Ayah dan Ibuku menengok keponakanku yang adalah cucu mereka juga.</p>
<p>“.. Oh..” aku baru mengerti.<br />
“.. Iya.. Nah tadi Ayah sama Ibu Mas Yanto nitip rumah ke aku..” kata Ayu.<br />
“.. Oh..” sahutku.<br />
“.. Ah.. Oh.. Ah.. Oh.. Apanya sih..?!” hardik Ayu sambil bercanda.<br />
“.. Ah.. Nggak..” kataku sambil memperhatikan Ayu.</p>
<p>Wajah Ayu sepertinya biasa-biasa saja. Hanya kulitnya yang putih mulus yang membuatnya terlihat cantik. Rambutnya yang dipotong pendek semakin membuat ia kelihatan tomboy. Tubuhnya sintal dan padat menyiratkan kalau ia seksi. Dalam hatiku ingin sekali menikmati tubuhnya itu yang aku rasa lebih nikmat daripada pelacur kelas kakap sekalipun. Aku atur strategi bagaimana caranya supaya aku bisa menikmati tubuhnya.</p>
<p>“.. Kenapa sih, Mas..?!” tanya Ayu yang membuat lamunanku buyar seketika.<br />
“.. Akh.. Nggak.. Eh.. Ayu sudah sarapan belom..?” tanyaku mengalihkannya.<br />
“.. Kenapa sih.. Mau Ayu buatin yah..?” kata Ayu.<br />
“.. Aduh kamu tuh baik sekali sih..” kataku memujinya.<br />
“.. Iya dong.. Siapa dulu dong.. Ayu..” katanya membanggakan diri sambil meinggalkan kamarku.</p>
<p>Aku buka gambar-gambar porno di folderku. Aku pajang besar-besar untuk memancing Ayu supaya melihatnya. Aku ingin tahu reaksinya. Tak lama kemudian memanggilku.</p>
<p>“.. Mas sudah tuh..” katanya.</p>
<p>Aku meninggalkan komputerku dalam keadaan gambar terdisplay besar-besar dimonitor. Perkiraanku benar saja. Ayu kembali ke kamarku. Aku sengaja membiarkannya melihat gambar-gambar porno itu karena ingin tahu reaksinya. Sementara itu aku sarapan diruang makan. Setelah itu aku kembali ke kamarku.</p>
<p>Tak kusangka dan tak kuduga Ayu ternyata membolak-balik gambar-gambar yang ada difolderku sambil melihat gambar-gambar yang lain. Aku hanya memperhatikannya dimuka pintu tanpa sepengetahuannya. Aku tak bisa melihat wajahnya karena ia membelakangiku entah bagaimana mimik mukanya. Perlahan aku dekati dia berbicara.</p>
<p>“.. Ehm.. Lagi ngapain, Yu..?” tanyaku.<br />
“.. Ehm.. Nggak.. Eh.. Eh.. Aduh.. Maaf.. Yah, Mas.. Eh.. Ayu nggak sengaja.. Maaf sudah buka-buka foldernya Mas..” kata Ayu. Ku lihat mukanya merah dan berkeringat.<br />
“.. Ah.. Nggak pa-pa.. Koq.. Itu juga buat ngilangin stress aja..” kataku dengan ringan.<br />
“.. Aduh.. Gimana.. Nih. Maaf yah.. Mas..” kata Ayu memohon maaf padaku. Padahal aku tahu kalau Ayu malu setengah mati.<br />
“.. Enggak.. Nggak pa-pa.. Koq..” kataku lagi.</p>
<p>Kali ini aku menuntun tangannya yang memegang mouse supaya lebih aktif lagi membuka gambar yang lain. Aku rasakan keringat dingin yang membasahi tangan Ayu.</p>
<p>“.. Rileks aja oke..” kataku sambil meniup tengkuk leher Ayu. Teknik ini untuk membangkitkan birahi wanita.<br />
“.. Emh.. Mas..” sahut Ayu.<br />
“.. Tuh lihat.. Ditunggingin gitu terus ditubles deh pantatnya..” kataku mengomentari gambar doggy style.<br />
“.. Ih.. Masak sih.. Mas.. Hiiy.. Jorok.. Ih..!” kata Ayu terkaget-kaget.</p>
<p>Tanganku membimbing tangannya yang memegang mouse untuk melihat gambar selanjutnya. Kali ini gambar seorang gadis mengulum-ngulum penis pria yang berukuran besar dan panjang.</p>
<p>“.. Kalau yang ini.. Serem.. Ah..” bisikku sambil terus meniup tengkuk lehernya.<br />
“.. Ih.. Jijik.. Ih.. sudah ah, Mas.. Liat yang lain aja..” bisik Ayu</p>
<p>Tanganku terus membimbing tangannya yang memegang mouse hingga gambar berikutnya. Kali ini gambar vagina yang dijilati oleh pria. Ayu terbelalak.</p>
<p>“.. Tuh.. Dijilatin.. Tuh.. Enak kali yah..?!” bisikku ditelinganya.<br />
“.. Ih.. Apa nggak jijik tuh, Mas..?!” tanya Ayu terheran-heran.<br />
“.. Nggak.. Enak.. Koq.. Liat aja tuh cowoknya ke enakkan gitu..” kataku.<br />
“.. Ih..” Ayu masih terlihat jijik.<br />
“.. Kalau kamu mau.. Mas mau tuh jilatin..” bisikku sambil menawarkan.<br />
“..” Ayu diam saja<br />
“.. Gimana, Yu.. Kamu mau nggak.. Enak koq..” rayuku.<br />
“.. Engh.. Nggak.. Ah..” kata Ayu.<br />
“.. Ih.. Enak.. Enak banget.. Koq, Yu..” rayuku lagi.<br />
“.. Mas.. Nggak jijik..?” tanya Ayu.<br />
“.. Nggak sayang.. Malah.. Mas yang keenakan..” rayuku lagi.<br />
“.. Ih.. Eng..” Ayu masih jijik.<br />
“.. Oke deh.. Gimana kalau mulai dengan ini dulu..” kataku sambil mengulum bibirnya dalam-dalam.<br />
“.. Emh..” hanya itu suara yang aku dengar dari mulut Ayu.</p>
<p>Aku yang berdiri dibelakang Ayu kali ini mengulum bibir Ayu dalam-dalam. Ciumanku aku arahkan ke tengkuk lehernya sambil kujilati tengkuk leher yang putih mulus itu.</p>
<p>“. Emh.. Mas.. Ohh..” hanya itu suara dari mulut Ayu membalas seranganku.</p>
<p>Ciuman dan jilatanku aku arahkan ke dagu dan leher Ayu terus ke bawah. Tapi kausnya masih menghalangi aksiku.</p>
<p>“.. Ayu.. Bajunya, Mas.. Buka yah..?” bisikan rayuanku.<br />
“.. Emh..” hanya itu suara yang keluar dari mulut Ayu. Aku tak tahu apakah itu berarti ya atau tidak.</p>
<p>Perlahan-lahan aku tarik bajunya Ayu tak memberontak sedikitpun. Aku teruskan menarik kaus itu hingga terlepas. Tak ku sia-siakan kesempatan ini sambil terus membuka BH-nya. Aku tarik kancing BH-nya yang berukuran 36B. Aku lihat tulisan itu pada tanda label pada BH-nya. Kini tubuh Ayu sudah topless dan siap aku gempur bagian atasnya. Perlahan-lahan aku papah Ayu ke kasur yang ada dilantai kamarku. Aku baringkan ia dan aku teruskan aksiku tadi.</p>
<p>“.. Ayu.. Mau diterusin enggak nih..” tanyaku. Aku takut nanti ia melapor pada orangtuanya kalau ia diperkosa.<br />
“.. Engh.. Mmhh.. Main atas aja yah.. Mas.. Sshtt..” pintanya dalam keadaan horny.</p>
<p>Rupanya Ayu sudah beberapa kali main pas foto dengan teman-temannya dulu waktu disekolah. Jadi ia sudah tak heran lagi dengan yang beginian.</p>
<p>Kali ini bibirku mengulum dan lidahku menjilati buah dada yang bulat dengan puting susu berwarna coklat kemerahan mengacung ke atas. Aku mengulumnya sambil lidahku memainkan puting susu itu. Tanganku menggerayangi buah pantatnya yang padat berisi. Aku teruskan dengan membuka celana pendek yang dikenakannya. Kali ini Ayu agak bertahan. Dia tidak mau menaikkan pinggulnya supaya celananya mudah diperosotkan. Sementara itu aku melepaskan celana pendek kolorku dan juga kausku hingga aku hanya celana dalam saja.</p>
<p>“.. Emh.. Jangan.. Mas.. Sshh..” pinta Ayu dalam desahannya.<br />
“.. Gimana.. Mas.. Bisa ngejilatin itunya Ayu..?” tanyaku.<br />
“.. Engh.. Jangan.. Mass.. Sshh.. Main atas aja..” pinta Ayu.<br />
“.. Nggak koq.. Yu.. Mas Cuma mau liat ama jilatin itunya kamu aja.. Mas nggak akan ngapa-apain deh..” rayuku.</p>
<p>Setelah itu Ayu seperti membolehkanku. Terbukti kali ini ia mengangkat sedikit pinggulnya supaya celananya bisa diperosotkan. Aku ambil dua sekaligus celana dalam dan celana luarnya sehingga Ayu langsung telanjang bulat. WOW! Kini tubuh yang selama ini aku idam-idamkan terpampang jelas di depan mata.</p>
<p>“.. Ih.. Mas.. Tapi Mas.. Jangan yah..” pintanya supaya aku juga tidak telanjang.<br />
“.. Lho.. Kenapa sayang..?” tanyaku.<br />
“.. Engh.. Jangan.. Deh..” pintanya lagi sambil kedua tangannya mencoba menutupi bagian paling pribadinya.<br />
“.. Kenapa.. Kamu takut..?” tanyaku.<br />
“.. Engh.. Cukup deh.. Gini aja.. Ayu takut, Mas..” katanya dibalik nafasnya yang menderu.</p>
<p>Aku tahu kalau Ayu masih perawan dan aku juga tak mau merusaknya. Hanya ingin memainkannya saja. Aku perhatikan bentuk tubuh Ayu yang benar-benar indah itu. Buah dada yang bulat dengan puting susu coklat kemerahan mengacung menantangku. Perut yang mulus putih bersih dan kencang. Paling utama bagian dibawah perut yang ditutupi bulu-bulu halus. Dibalik bulu halus itu terdapat bongkahan daging merah dengan celah yang sempit dari situ tersembul seonggok daging kecil seperti kacang merah merekah.</p>
<p>“.. Ayu.. Punya kamu indah.. Banget.. Sayang..” kataku sambil mendekati vaginanya dan langsung mengulumnya..<br />
“.. Oufh.. Sshhtt.. Engh.. Emh.. Sshtt.. Ough..” Ayu melenguh dan mendesah penuh kenikmatan ketika bibirku mengulum bibir vaginanya.<br />
“.. Gimana enak.. Kan sayang..?’ bisikku.<br />
“.. Emh.. Sshtt. Ough.. Sshhtt.. Ough.. Sshhtt.. Ough..” suara desahan itulah yang keluar dari mulut Ayu.</p>
<p>Aku kulum-kulum kelentitnya sambil sesekali lidahku menerobos celah sempit dibawah kelentitnya. Aku julurkan lidahku dalam-dalam hingga lidahku aku merasakan seperti ada yang menghalanginya. Aku semakin yakin kalau Ayu masih benar-benar perawan. Sementara itu cairan putih bening tak henti-hentinya keluar dari kelentitnya membasahi lidah dan bibirku. Aku jilat dan aku hisap lalu aku telan cairan kenikmatan itu seperti halnya aku kehausan.</p>
<p>Cukup lama juga aku menjilati liang vagina itu. Sambil mulutku bermain di liang vaginanya tanganku melepas celana dalamku. Satu-satunya kain penutup tubuhku yang menutupi batang penisku. Tanpa sepengetahuannya aku berhasil melepas celana dalamku. Kini tubuhku dan tubuh Ayu sama-sama polos dan telanjang bulat. Kali ini tinggal Ayu saja yang menentukan apakah boleh atau tidak batang penisku yang sudah panjang dan keras untuk menerobos liang vaginanya.</p>
<p>Tak lama kemudian nafas Ayu semakin cepat dan mulutnya meracau seperti ingin menjerit.</p>
<p>“.. Auwfh.. Sshtt.. Engh.. Emh.. Augh.. Enaxx.. Mmasshh.. Sshtt.. Ough..” begitu erangnya dan kali ini aku tahu kalau Ayu sedikit lagi akan mencapai orgasme.</p>
<p>Disini aku atur siasat. Aku hentikan jilatan dan kulumanku ke liang vagina Ayu hingga Ayu hampir sadar. Wajahnya yang tadi merekah kini perlahan-lahan kembali normal. Ada sedikit kekecewaan diwajah Ayu.</p>
<p>“.. Ayu.. Sayang.. Kamu mau.. Kan..?” tanyaku.<br />
“.. Mas.. Engh.. Ayo dong..” begitu pinta Ayu ditengah-tengah desahan nafasnya yang tersengal.<br />
“.. Iya.. Sayang.. Tapi kamu mau.. Nggak..?” tanyaku lagi.<br />
“.. Iya deh.. Mas.. Ayu mau apa aja yang Mas suruh.. Tapi..” aku melihat Ayu seperti mengiba padaku.<br />
“.. Oke.. Deh.. Punya.. Mas.. Boleh kan dimasukin..?” tanyaku.<br />
“.. Iya.. He.. Eh.. Egh.. Ayo.. Dong..” Ayu meminta padaku.<br />
“.. Ayo.. Apa.. Ayo.. Apa.. Sayang..” tanyaku pura-pura.<br />
“.. Ayu mau yang tadi..” pinta Ayu.<br />
“.. Yang tadi.. Yang mana..?” tanyaku pura-pura.<br />
“.. Engh..” Ayu meminta dengan manja sambil menjambak rambutku dan mengarahkan pada liang vaginanya.<br />
“.. Yang ini sayang.. Emgh.” aku teruskan lagi jilatanku..<br />
“.. Iyah.. Ough.. Emh.. Yesshh.. Ough. Emh.. Sshhtt.. Oufh.. Sshhtt.. Oughh..” begitu desah Ayu menimpali jilatanku hingga Ayu hampir orgasme lagi dan..<br />
“.. Ayu.. Mas.. Boleh yah.. Masukin..” tanyaku sambil batang kontolku sudah menunggu dibibir vaginanya.<br />
“.. Emggh..” Ayu mendesah sambil matanya terpejam dan siap menerima batang kontolku.<br />
“.. Boleh.. Nggak sayang.. Emh..?” tanyaku sambil memainkan batang kontolku dibibir vaginanya .</p>
<p>“..” Ayu terdiam namun ia sediki mengangkat pinggulnya dan aku langsung siap mencobloskan batang penisku yang sudah keras dan panjang ini ke liang vaginanya. Namun baru didorong sedikit batang penisku seperti terpeleset begitu terus menerus hingga..</p>
<p>“.. Augh.. Sshhtt..” Ayu merintih.<br />
“.. Dikit.. Lagi. Yah.. Sayang.. Enaxx.. Koq..” rayuku.<br />
“.. Augh.. Pelan-pelan.. Mas.. Aduh.. Sshhakit..” rintih Ayu aku lihat sedikit airmata dimatanya.</p>
<p>Aku dorong perlahan-lahan batang penisku hingga</p>
<p>“.. SLEB.. SLEB.. BLESS!!” batang penisku berhasil amblas ke liang vagina Ayu.</p>
<p>Aku diamkan sesaat batang penisku didalam liang vagina Ayu. Aku biarkan otot-otot vagina Ayu supaya terbiasa dulu dengan batang penisku yang baru saja menerobos liang vaginanya. Batang penis yang selama ini belum pernah menerobos liang vagina Ayu kini merintih.</p>
<p>“.. Sshhtt.. Auh.. Sshhtt.. Sakit.. Mas.” aku lihat sedikit airmata dimata Ayu.<br />
“.. Iya.. Sayang.. Aku tahu.. Sebentar lagi enak koq.. Yah..” kataku sambil mengulum bibirnya.</p>
<p>Setelah itu aku liukkan perlahan-lahan pinggulku untuk memainkan batang penisku didalam liang vagina Ayu. Ayu yang tadi merintih kesakitan kini kembali mendesah penuh kenikmatan.</p>
<p>“.. Oufh.. Sshhtt.. Engh.. Emh.. Sshtt.. Ough..” begitu suara desahan Ayu mengiringi liukan dan terjangan batang penisku<br />
“.. Ouh.. Yu.. Kamu enaxx.. Banget.. Yu.. Egh..” kataku memuji-mujinya.</p>
<p>Posisi tubuh kami aku atur. Kaki Ayu aku lingkarkan dipinggulku dan kedua kakiku terlipat supaya batang penisku benar-benar pada posisi yang enak diliang vagina Ayu. Permainan ini terus berlangsung hingga dua puluh menit kemudian.</p>
<p>“.. Ough.. Eghh.. Ough.. Ough.. Egh.. Emh.. Sshhtt.. Ough.. Shhtt.. Ouggh.. Sshtt.. Ough..” mulut Ayu mendesah-desah penuh kenikmatan sambil meracau.<br />
“.. Masshhtt.. Augh.. Enaxx.. Banget.. Mmhh.. Sshhtt.. Oughh.. Sshhtt.. Ough.. Shhtt.. Ough..” tangan Ayu memeluk punggungku erat-erat sambil kedua kakinya mencengkram erat-erat pinggangku. Ayu sebentar lagi orgasme.<br />
“.. Tenang.. Sayang.. Aku juga bentar lagi.. Koq..” kataku sambil mempercepat liukkan pinggulku dan akhirnya..<br />
“.. Augh.. Augh.. Aarghh.. Emh.. Emh.. Ouh..” Ayu mengerang panjang dan diakhiri dengan desahan-desahan lambat. Aku rasakan otot-otot divaginanya berdenyut-denyut seperti menyedot batang penisku. Diperlakukan begitu, batang penisku jadi terasa berdenyut-denyut akan ada yang keluar lalu tak lama kemudian.</p>
<p>“.. Oooh.. Ayuu.. Enaxx..” kataku sambil diikuti dengan semburan cairan kenikmatanku menembak dirahimnya.</p>
<p>CROT.. CROT.. CROTT..! batang penisku menyemprotkan cairan sperma penuh kenikmatan. Aku merasakan denyutan-denyutan yang dahsyat dibatang penisku. Setelah itu bibir kami berpagutan sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan orgasme yang kami rasakan. Perlahan Ayu mengendorkan cengkeramannya dan kembali rileks.</p>
<p>“.. Makasih banget yah, Yu.. Kamu mau begini sama aku..” kataku sambil membelai rambutnya.<br />
“.. He-eh.. Makasih juga yah, Mas.. Ayu enggak sia-sia kehilangan keperawanan kalau seenak ini..” kata Ayu yang membuatku kaget.<br />
“.. Jadi kamu nggak nyesel..?” tanyaku.<br />
“.. Nggak.. Eh.. Malah.. Ayu jadi ingin dan ingin terus beginian sama.. Mas..” sahutnya blak-blakan.<br />
“.. Eh.. Bagus deh..” kataku sambil menariknya ke pangkuanku dan kami kembali berciuman.</p>
<p>Lalu setelah cukup terangsang aku dan Ayu kembali bersenggama dengan berbagai posisi. Hari itu tak kurang dari empat kali kami bersenggama di kamar hingga siangnya kami sama-sama kelelahan lalu tertidur. Sorenya setelah bangun dari tidur kami mandi berdua dan masih melakukannya di kamar mandi.</p>
<p>Setelah kejadian itu aku dan Ayu masih melakukannya jika ada kesempatan hingga setahun kemudian. Ayu pindah ke daerah untuk kuliah. Hingga detik ini aku tak tahu bagaimana kabarnya ia sekarang ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=108&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-memek-ayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Ngentot Tante Mirsha</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-ngentot-tante-mirsha/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-ngentot-tante-mirsha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[abg bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[bandung bugil]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bandung]]></category>
		<category><![CDATA[cewek ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[mama ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tetek tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Rei, saat kejadian ini usiaku baru 17 tahun. Kisah ini berawal 2tahun lalu, karena kepindahan orangtuaku ke Bandung . Aku yang masih SMU juga harus ikut pindah ke Bandung . Sebagai warga baru seperti biasanya kami sekeluarga memperkenalkan diri dulu kepada tetangga-tetangga didaerah rumahku yang baru. Ada satu tetangga yang membuat aku sangat tertarik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=106&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Namaku Rei, saat kejadian ini usiaku baru 17 tahun. Kisah ini berawal 2tahun lalu, karena kepindahan orangtuaku ke Bandung . Aku yang masih SMU juga harus ikut pindah ke Bandung . Sebagai warga baru seperti biasanya kami sekeluarga memperkenalkan diri dulu kepada tetangga-tetangga didaerah rumahku yang baru.<span id="more-106"></span></p>
<p>Ada satu tetangga yang membuat aku sangat tertarik, selain ramah dan baik aku juga terangsang dengan wajahnya yang cantik meskipun dari segi body tante mirsha ini kurang menarik. Tante Mirsha berkulit putih, berwajah cantik dengan rambut sebahu dan berumur 35 tahun. Tante mirsha baru mempunyai anak satu, dan masih TK.</p>
<p>Setelah perkenalan itu ibu dan ayahku terbilang dekat dengan om dan tante mirsha ( mirsha adalah nama suaminya ). Karena kedua orangtuaku bekerja aku, sering sekali aku dikirimkan makanan-makanan dari tante mirsha, dan kupikir ini kesempatan.</p>
<p>Suatu hari, didaerahku hujan lebat. Tiba-tiba tante mirsha datang dengan keadaan basah kuyup, memberitahukan bahwa rumahnya bocor dan aku disuruhnya melihat dan membetulkan genteng rumahnya. Aku yang sedang dalam gairah tinggi melihat ini adalah kesempatan besar. Aku masuk ke dalam rumah tante mirsha, dan baru saja masuk aku langsung memeluk tante mirsha. Tante Mirsha berontak tapi aku dengan kuat terus memeluknya dari belakang, kudorong tante mirsha ke sofa dan kulucuti pakaiannya satu persatu. &#8221; Rei, kamu mau apa jangan macam-macam rei!&#8221;bentak tante mirsha, tapi aku yang sudah nafsu terus saja melucuti pakaian tante yang basah. Dengan cepat aku melucuti pakaian tante, dan terpampang jelas tubuhnya yang indah. Kuhisap langsung memeknya yang merah dan minta disuntik dengan segera.&#8221; Rei, mmmmhhhhh, geli rei. Jangan diteruskan rei, mmmmmhhhh&#8221; keluhnya dan aku masih tetap saja kujilati memek tante mirsha. 5 menit aku jilati memek tante mirsha, setelah itu kupaksa tante mirsha melayani kontolku dengan mulutnya sampai tante mirsha muntah-muntah karena sepertinya memang baru sekali ini saja. Dan 5 menit berikutnya aku paksa kembali tante mirsha melayani kontolku dengan memeknya.</p>
<p>&#8221; Ah, tante memeknya keset banget sih. Kan susah masukinnya !&#8221;, Kontolku baru masuk seperempat.<br />
&#8221; Rei jangan rei, mmmmmmhhhhhhhhhhhhh .&#8221;<br />
&#8221; Pokoknya tante harus melayani saya sampai sore &#8220;<br />
&#8221; Jangan Rei, aduhhhh sakit rei&#8221; kontolku sudah tenggelam di kenikmatan yang tiada tara.<br />
kupercepat tempo sodokanku, dan tante mirsha menggeliat dengan keringatnya yang menetes.<br />
&#8221; Ayo tante, mmhhhhhh&#8221;<br />
&#8220;Mmmmmmmmmhhhhhhhhh hhhhh, reeeeeeiiii, reeeeeeeeeeeei&#8221; dihempaskannya tubuhku, kontolku mengayun saja setelah lepas dari memek tante mirsha. Tante mirsha bangun dan berdiri dalam keadaan bugil.</p>
<p>&#8220;Rei kamu harus tanggung jawab, tante gak terima kalo kamu yang main diatas&#8221;<br />
Dipegangnya kontolku, dimasukkannya lagi ke dalam memeknya. Tante mirsha merem melek menahan kenikmatan kontolku yang lumayan besar.<br />
&#8221; Rei kontol kamu ueeenak banget sih, tante genjot yah! &#8220;<br />
&#8221; Iya tante, yang cepet ya tante &#8220;<br />
Tante mirsha terus menggenjot kontolku, dan sekarang aku yang merem melek.<br />
&#8221; uhhh. rei sayang tante mau keluar &#8220;<br />
&#8221; keluarin aja tante &#8220;<br />
&#8221; gantian dong sayang, tante capek nih &#8220;<br />
&#8221; tante nunging yah, biar sama-sama enak&#8221;. Tante Mirsha menurut yang aku bilang.<br />
Kucari lubang anus tante Mirsha, karena aku belum sama sekali merasa mau keluar. Kucoba tusukkan kontolku ke anusnya dengan pelan,<br />
&#8221; rei jangan disitu sayang, tante belum pernah sayang&#8221;<br />
&#8221; tenang aja tante dijamin enak deh!&#8221;<br />
&#8221; rei sakit rei, ahhhhhhhhhhhhhhhhhh hh. sakit rei udah rei&#8221; jerit tante mirsha setelah kontolku sudah masuk setengah anus tante mirsha.<br />
&#8221; enakkan tan, kontolku&#8221;<br />
&#8221; heeh enak banget, tapi jangan cepet2 yah rei &#8220;<br />
lima menitsudah kusodok lubang anus tante mirsha, tiba-tiba terdengar suara mobil jemputan anak tante mirsa sudah kembali dari sekolahnya. Aku yang belum keluar mempercepat sodokanku sedang tante mirsha sudah 2 kali.<br />
&#8220;sayang udahan dulu yah!,dona udah pulang tuh!&#8221;. tante mirsha melepaskan kontolku yang masih tegang.<br />
&#8220;tan, saya belum keluarnih&#8221;<br />
&#8220;masak sih rei,kuat amat sih,. Ya udah tunggu tante dikamar nanti tante nyusul.&#8221;<br />
&#8221; gak mau ah&#8221; kutarik lagi tante mirsa dan sekarang memeknya yang kujadikan sasaran keberanganku.<br />
&#8221; ahhhhhhhhhhhh. terus sayang.terus. jangan dilepasin dulu ya&#8221;.<br />
tiba-tiba donna anak tante mirsa membuka pintu.<br />
&#8220;mama, eh mama lagi ngapain sama om rei&#8221;.donna yang ketawa melihatku dengan mamanya dalam keadaan ngentot.<br />
&#8220;dona kekamar dulu ya, ganti baju dulu ya.mama lagi main dulu sama om rei&#8221;<br />
&#8220;iya sana dona masuk dulu, ntar om rei beliin coklat deh&#8221;<br />
donna yang belum tahu apa-apa langsung lari kekamar dengan senangnya karena aku janji belikan cokelat.<br />
&#8220;terusin lagi dong rei, tanggung nih&#8221;<br />
kuteruskan lagi permainanku, sekitar sepuluh menit kemudian aku merasakan ada yang mau keluar dari kontolku.<br />
&#8220;tante, rei mau keluar nih. mo bareng gak?&#8221;<br />
&#8220;mmmmmmmmhhhhhhhhhh hhhhhh, terusin aja sayang kontol kamu enak banget sih, &#8220;ante juga mau keluar nih. mmmmmmmmmmhhhhhhhhh hhh&#8221;<br />
&#8220;tante mirsha mmmmmmmmhhhhhhhhhhh hhh enak banget tante&#8221;<br />
tak lama kemudian dikontolku terasa ada rasa hangat yang luar biasa.<br />
&#8220;tante juga keluar rei, kontol kamu enak banget ya!&#8221;<br />
&#8220;memek tante juga luar biasa&#8221;<br />
aku memeluk tante mirsha dengan erat sambil tiduran disebelahnya tanpa melepas kontolku didalam memek tante mirsha.<br />
&#8220;rei kamu udah merawanin 2lubang tante.kontol kamu tuh yang baru pertama kali ngerasain pantat sama mulu tante.ternyata kamu hebat banget deh&#8221;<br />
&#8220;tante, kapan-kapan boleh minta lagi ya!&#8221;<br />
&#8220;diatur ajalah,yang penting waktunya enak&#8221;<br />
&#8220;makasih ya tante&#8221;<br />
aku dan tante mirsha berciuman sebelum pulang. dan keesokan paginya kami melakukan lagi, dan terus melakukan setelah dona dan om mirsha berangkat.kadang kalo ortuku mudik atau menengok kakakku yang kuliah dijakarta, tante mirsha datang kerumahku walaupun om mirsha ada dirumah. dengan alasan mengantar makanan, kami sempat melakukan walau kilat saja, tapi aku puas.<br />
ini terus kulakukan sampai pada saat tante mirsha hamil, dan menurutnya itu adalah benihku. aku sempat melihat anak pertamaku, sebelum aku harus kuliah di jakarta menyusul kakakku disana. tapi kalo aku pulang ke Bandung, aku masih melakukannya dengan tante mirsa. mungkin aku jatuh cinta pada memek tante mirsa, dan sepertinya aku mengidap odipus complex. Karena di jakarta pun aku juga sering melakukannuya dengan tante-tante sebaya tante mirsha walaupun tak seenak memek tante mirsha tak apalah untuk selingan aja kok.<br />
tapi tetap saja kontolku buat memek tante mirsha.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=106&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/nikmatnya-ngentot-tante-mirsha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersetubuh Dengan Tante Merry &#8211; 2</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/bersetubuh-dengan-tante-merry-2/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/bersetubuh-dengan-tante-merry-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[burit]]></category>
		<category><![CDATA[cerita panas]]></category>
		<category><![CDATA[cerita porno]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sex]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot tante]]></category>
		<category><![CDATA[nyepong]]></category>
		<category><![CDATA[om]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[separuh baya]]></category>
		<category><![CDATA[setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tetek]]></category>
		<category><![CDATA[tetek tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede tante]]></category>
		<category><![CDATA[toket tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Aku mulai memijat betisnya. Oh mulus sekali kulitnya. Sekitar 5 menit memijat betisnya, tanganku naik ke pahanya. Mulanya dia diam saja. Lalu aku beranikan diri menaikkan pijatanku ke pangkal pahanya. “Hmm.. Enak Jack. Kamu pinter.. Ya.. Di situ Jack..” Aku sengaja meremas-remas pahanya semakin naik hingga jari kelingkingku menggesek-gesek memeknya yang masih dibalut baju senam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=104&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku mulai memijat betisnya. Oh mulus sekali kulitnya. Sekitar 5 menit memijat betisnya, tanganku naik ke pahanya. Mulanya dia diam saja. Lalu aku beranikan diri menaikkan pijatanku ke pangkal pahanya.</p>
<p>“Hmm.. Enak Jack. Kamu pinter.. Ya.. Di situ Jack..”</p>
<p><span id="more-104"></span></p>
<p>Aku sengaja meremas-remas pahanya semakin naik hingga jari kelingkingku menggesek-gesek memeknya yang masih dibalut baju senam itu. Aku pura-pura tak merasakannya. Mendapat pelakuan seperti itu, dia malah melebarkan pahanya namun matanya masih terpejam. Nafasnya pun sudah tidak beraturan. Melihat dia sudah bernafsu aku menghentikan pijatanku. Lalu dia membuka matanya..</p>
<p>“Kok berhenti Jack? Jack capek ya?”. Dari tatapan matanya seolah dia ingin aku agar tidak berhenti menggesek-gesekkan jariku di memeknya.<br />
“Nggak Tan. Cuma kalo posisinya gini kurang nyaman aja. Lagian nggak ada yang ditonton. Kan nggak semangat”<br />
“Ya udah, kita pindah aja ke kamar Tante. Disana ada TV-nya. VCD juga ada, jadi kamu mijatnya kan bisa sambil nonton”, lalu Tante menarik tanganku menuju lantai atas ke kamarnya.<br />
“Nah, ini kamar Tante. Tante rebahan dulu, kamu pasang VCD-nya”, wow, kamarnya luas. Mungkin 3 kali luas kamar kostku. Lengkap dengan home theaternya.<br />
“Pilih aja film yang kamu suka”, Tante menyuruhku sambil rebahan di springbednya.</p>
<p>Sedang asyik-asyiknya memilih-milih, tanpa sengaja kulihat sebuah CD yang diletakkan di bawah VCD player. Setelah kulihat ternyata CD BF bertuliskan Vivid.</p>
<p>“Kalo nonton yang ini boleh nggak?” tanyaku sambil menunjukkan CD-nya ke Tante Merry.<br />
“Oh itu. Boleh aja. Tapi pijatnya tetap konsentrasi ya..?”<br />
“Beres..”, jawabku sambil memasukkan CD ke playernya.</p>
<p>Dengan posisi tubuhnya tengkurap menghadap TV, dan aku duduk di sebelahnya.</p>
<p>“Tadi kan udah paha, sekarang tolong pijatin punggung Tante yah. Pijatan kamu enak Jack”</p>
<p>Aku mulai meletakkan jari-jariku di punggungnya dan meremas-remas, sedang dia asyik menonton VCD yang aku putar. Pas adegan cewek bule yang memeknya dihisap dan dijilati oleh cowok negro, aku pura-pura bertanya..</p>
<p>“Tan, kalo cewek dijilatin gitunya enak ngga sih?”<br />
“Tante sendiri nggak tau rasanya. Soalnya sama Oom nggak pernah digituin. Lagian jijik ah..”<br />
“Ah, masa sih Tan? Kata teman saya rasanya jilatin memek itu enak-enak asin. Banyak cewek yang suka kalo memeknya dijilatin”, ujarku sambil tanganku meremas-remas pantatnya.<br />
“Emangnya kamu nggak pernah? Kenapa nggak cobain punya pacarmu?”<br />
“Coba kalo saya punya pacar, mungkin saya nggak penasaran kaya gini” (Aku berpura-pura tidak pernah mencobanya, padahal sudah sering).<br />
“Tante juga penasaran sih pengen dijilatin. Tapi Oom nggak bakal mau deh”, mendengar kata-katanya aku langsung nekat meremas payudaranya dari belakang dan kudekatkan bibirku di telinganya..<br />
“Jack mau jilatin memek Tante sekarang”, ujarku sambil memasukkan lidahku di telinganya, kujilat cupingnya.. Dia hanya mendesah..<br />
“Ohh.. Jack.. Hmmpp..”</p>
<p>Sebelum dia berkata apa-apa, kusumbat bibirnya dengan bibirku. Sekejap kemudian dia lalu dia membalikkan badannya. Kami berciuman dengan ganasnya. Lidahnya menyapu setiap dinding-dinding mulutku.</p>
<p>“Sejak pertama saya melihat Tante, saya sering membayangkan bersetubuh dengan Tante, abis Tante sexy banget sih”, sambungku.<br />
“Ah masa sih Tante sesexy itu?”<br />
“Serius Tan”</p>
<p>Sambil terus berciuman, tangan kananku menjelajah ke selangkangannya. Dia semakin agresif menyedot bibirku. Ciumanku turun ke lehernya, kujilat lehernya..</p>
<p>“Sshh.. Jack.. Ahh.. Shh..” tangan kanannya mulai meraih batangku yang sedari tadi sudah mengeras.. Kurasakan nafasnya sudah mulai tak teratur.<br />
“Keluarin kontollmuu Jack.. Ahh..” dia berhasil mengeluarkan kontolku dan mengocoknya.. Aku hanya bisa menikmatinya.<br />
“Taantee.. Eenaak baangeett.. Ahh.. Shh..”</p>
<p>Kubuka bajunya hingga tersingkaplah dua bukit kembar dengan puting berwarna coklat. Kuhisap puting payudaranya yang kiri. Dia semakin keras mengocok kontolku.</p>
<p>“Sabar yah Tante, saya bukain dulu baju Tante..”<br />
“Iya.. Ahh.. Stt..”</p>
<p>Setelah membuka bajunya, kini yang terlihat hanya tubuh sexy Tante Merry dengan gundukan bukit berbulu yang terlihat sedikit mengeluarkan cairan. Tanpa menunggu lagi, aku membuka semua pakaianku sehingga aku telanjang bulat.</p>
<p>“Wow.. Lumayan juga kontol kamu Jack”, ujarnya sambil memegang kontolku.<br />
“Punya Oom nggak segini besar..”, dipandanginya kontolku dengan tatapan heran.<br />
“Ini juga belum maksimal Tante.. Daripada cuma diliatin, isep dong Tan. Ntar tambah panjang”</p>
<p>Dengan posisi aku berdiri menghadap ranjang dan Tante Merry menungging di atas kasur, dia dengan lahap menghisap kontolku. Dijilatinnya lubang kencingku, sedang tangan kirinya memijat-mijat buah pelirku.</p>
<p>“Hmm.. Terus Tan. Enak.. Ohh.. Aagak keraas Taan..”</p>
<p>Setelah 5 menit menjilati kontolku, aku menyuruhnya rebahan. Kubuka kakinya lebar-lebar hingga tercium aroma yang lezat sekali.</p>
<p>“Mau diapain Jack?”<br />
“Tante tenang aja. Yang penting Tante puas.. Jack udah nggak sabar pengen jilatin memek Tante”<br />
“Emang kamu nggak jijik?”<br />
“Justru saya suka banget. Abis memek Tante bersih. Merah lagi”</p>
<p>Tanpa menunggu pertanyaan yang akan dilontarkannya lagi, aku langsung menjulurkan lidahku menuju lubang memeknya. Dia hanya bisa melenguh..</p>
<p>“Ooh.. Sshhtt.. Jack..”, desahnya sambil tangannya menjambak rambutku. Mungkin karena baru pertama kalinya dia merasakan sensasi seperti itu.</p>
<p>Memeknya terasa asin di lidahku dan cairan yang keluar lumayan banyak. Tak kusia-siakan cairan itu mengalir begitu saja. Aku menyedotnya hingga terasa cairan kental asin melewati lidah hingga tenggorokanku. Setelah puas membersihkan cairannya, lalu lidahku menuju klitorisnya. Jambakan di rambutku bertambah keras dan desahannya semakin menjadi..</p>
<p>“Teeruus.. Di siituu.. Saayaanghh.. Oohh good.. Saayaanghh.. Saayyaanghh.. Ohh.. Enaak.. Sthhsstthh..”</p>
<p>Sekarang dia tidak lagi memanggilku Jack, tapi sayang. Aku semakin cepat menggerakkan lidahku berputar-putar di klitorisnya dan sesekali aku menyedotnya dengan keras. Beberapa detik kemudian kurasakan badannya bergetar dan kedua tangannya menekan kepalaku ke memeknya sehingga aku sedikit susah bernafas. Mungkin dia sudah mau keluar, pikirku. Aku semakin kuat menjilatinya hingga tanpa sadar dia berteriak..</p>
<p>“Ahh.. Saayaanghh.. Taanntee.. Mauu keelluuaarr.. Ahh..”</p>
<p>Ada cairan yang keluar dari memeknya. Kujilat dan kutelan lagi karena rasanya enak dan aku menyukainya. Lalu aku bangun. Kulihat wajahnya tersenyum puas.</p>
<p>“Makasih Sayang, sekarang masukin kontolmu, Sayang. Tante sudah nggak tahan”<br />
“OK Tante”, jawabku.</p>
<p>Lalu dibimbingnya kontolku menuju lubang tempat lahirnya sahabatku itu. Begitu masuk rasanya hangat sekali. Dan tidak lebar seperti yang pernah kubayangkan.</p>
<p>“Ohh.. Memek Tante enak banget.. Masih keset. Kaya perawan..”, mendengar ucapanku dia tersenyum.<br />
“Sekarang puas-puasin ngentot Tante yah!”</p>
<p>Aku mulai memaju mundurkan pantatku. Sleep.. Slepph.. Sleepph, bunyi di antara selangkangan kami. Tante Merry semakin meracau..</p>
<p>“Kkoonntooll.. Enaakk.. Sodok yang keraas saayaang.. Tante mau keluar lagii.. Ahh”</p>
<p>Kuturuti permintaannya hingga kontolku terasa mentok di perutnya. Lalu tubuh Tante Merry mengejang untuk yang kedua kalinya. Setelah 30 menit mengocok kontolku di dalam memeknya, kontolku terasa geli-geli nikmat. Sedetik kemudian tanpa sadar gerakan badanku semakin cepat.</p>
<p>“Taanntee.. Saayyaa.. Mauu.. Keelluuaarr.. Ahh..”<br />
“Keeluuariin di daalaam saayaangh..”</p>
<p>Tangannya menahan gerakan pantaku. Akhirnya.. crroot.. crroott.. croott.. Kontolku terasa meledak. Lalu kutindih tubuhnya. Kami berpelukan selama beberapa menit.</p>
<p>“Makasih ya sayang, udah puasin Tante. Ini rahasia kita berdua OK?”<br />
“Saya juga senang bisa puasin Tante. Kapan saja Tante mau, saya siap”</p>
<p>Setelah itu aku mandi karena jam sudah menunjukkan pukul 9:30. Selesai mandi aku langsung pulang.</p>
<p>Sejak saat itu aku sering making love dengan Tante Merry. Kalau dia sedang horny, dia jemput aku dengan menelepon terlebih dahulu untuk check-in di hotel atau bungalow. Sampai dengan saat ini (2 bulan sejak pertama mengentot Mamanya) Hendrik masih belum mengetahui apa yang terjadi antara aku dengan Mamanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=104&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/bersetubuh-dengan-tante-merry-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersetubuh Dengan Tante Merry</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/bersetubuh-dengan-tante-merry/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/bersetubuh-dengan-tante-merry/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:37:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[burit]]></category>
		<category><![CDATA[entot]]></category>
		<category><![CDATA[istong]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[ngento]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot tante]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[separuh baya]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tetek]]></category>
		<category><![CDATA[toge]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[toket gede]]></category>
		<category><![CDATA[tokete]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Perkenalkan namaku Jacky (teman-teman biasanya memanggilku Jack). Umurku 29 tahun. Postur tubuhku standar bule. Tinggi 185 cm, berat 82 kg. Wajahku biasa-biasa saja. Sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan garmen di Medan, bagian marketing. Aku tinggal sendiri di sebuah tempat kost di Medan karena orangtuaku tinggal di Pematang Siantar. Awal cerita, aku berkenalan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=102&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkenalkan namaku Jacky (teman-teman biasanya memanggilku Jack). Umurku 29 tahun. Postur tubuhku standar bule. Tinggi 185 cm, berat 82 kg. Wajahku biasa-biasa saja. Sekarang aku bekerja di salah satu perusahaan garmen di Medan, bagian marketing. Aku tinggal sendiri di sebuah tempat kost di Medan karena orangtuaku tinggal di Pematang Siantar.</p>
<p><span id="more-102"></span></p>
<p>Awal cerita, aku berkenalan dengan seorang cowok sebut saja Hendrik. Kebetulan Hendrik satu kantor denganku dan dia adalah manager saya. Sejak perkenalan itu, akhirnya kami semakin akrab dan akhirnya bersahabat. Itu karena kami mempunyai banyak persamaan pada diri masing-masing. Kami suka clubbing (dugem). Setiap malam minggu kami selalu menghabiskan waktu untuk dugem bersama cewek kami masing-masing. Yah, double date begitulah. Hendrik termasuk keluarga orang berada. Itu terlihat dari rumahnya yang megah dan beberapa mobil mewah yang nongkrong di garasinya. Maklumlah, orang tuanya pengusaha furniture antik untuk dikirim keluar negeri tapi dia lebih suka bekerja di luar daripada membantu orang tuanya.</p>
<p>Pertama kali aku main ke rumahnya, aku dikenalkan kepada Mamanya (kebetulan waktu itu Papanya nggak ada karena pergi ke Yogya untuk mencari barang-barang antik).</p>
<p>“Ma, kenalin ini teman kerja Hendrik, Namanya Jack”, kata Hendrik sambil memeluk pinggang Mamanya.<br />
“Saya Jack, Tante”, ujarku.<br />
Ibunya berkata, “Merry. Panggil saja Tante Merry. Silakan duduk”.<br />
“Makasih Tante”. Wow, halus banget tangannya.. Rajin pedicure nih.<br />
Setelah aku duduk, Hendrik berkata, “Jack, kamu ngobrol dulu sama mamaku. Aku mau mandi dulu. Gerah nih abis mancing. Kalo kamu pengen mandi juga, pake aja kamar mandi di kamarku. Aku mandi di atas. OK?”<br />
“Gak deh, nanggung ntar juga pulang”, jawabku.</p>
<p>Posisi dudukku dengan Mamanya berseberangan di sofa antara meja kaca. Gila!, aku nggak nyangka Mamanya sexy banget.. Sebagai gambaran buat para pembaca, umurnya kira-kira 41 tahun, wajahnya cantik keibuan, kulitnya putih bersih dengan rambut ikal sebahu, postur tubuhnya ideal tidak terlalu gemuk. Ukuran payudaranya kira-kira 36B, bentuknya bulat pula. Enak banget nih kalo diisep, pikirku.</p>
<p>Memecah sepi, iseng-iseng aku bertanya, “Oom kemana Tante?”, padahal aku sudah tahu dari Hendrik kalau Papanya sedang ke Yogya.<br />
“Kebetulan Oom pergi ke Yogya lagi cari barang-barang antik. Soalnya ada pesanan dari Malaysia. Mungkin sebulan lagi urusannya selesai. Sekarang cari barang-barang antik agak susah. Nggak kayak dulu”, jawabnya.<br />
“Jack satu kantor sama Hendrik?”, tanyanya lagi.<br />
“Iya Tante, tapi Hendrik manager saya sedangkan saya bagian marketing. Kebetulan saya sama Hendrik suka mancing. Jadi sering ngumpul”, jawabku.<br />
“Oo.. Begitu”<br />
“Tante mau nanya nih, teman Jack ada yang punya barang antik nggak?”<br />
“Wah, kalo itu saya kurang tau Tante. Tapi mungkin nanti saya bisa tanya ke teman-teman”<br />
“OK. Tante ngerti. Gini aja, seandainya ada teman kamu yang punya barang antik, telepon Tante ke nomor ini.. (sambil memberikan sebuah kartu nama lengkap dengan nomor HP) nanti kamu pasti dapat komisi dari Tante, gimana?”<br />
“Siip deh Tante..”, wah, lumayan nih bisnis kecil-kecilan.</p>
<p>Setelah berbasa-basi, Hendrik datang sambil berkata..</p>
<p>“Keliatannya seru, lagi ngobrolin apaan nih?”<br />
“Ini.. Mama lagi ngomongin bisnis sama Jack. Gimana? Udah segeran?”<br />
“Udah dong Ma..”<br />
“Ntar sore anterin Mama belanja ke Club Store ya.. Stok di kulkas sudah mulai habis tuh. Jack ikut?”<br />
“Nggak deh Tante. Makasih. Soalnya banyak tugas yang belum selesai dikerjain. Lagian saya belum mandi”<br />
“Ok, deh Drik, aku pulang dulu udah sore nih”, jam di tanganku menunjukan angka 6:10 menit.<br />
“Ok hati-hati Jack.. Sampai ketemu besok di kantor”<br />
“Permisi Tante”<br />
“Iya.. hati-hati ya Jack.. Inget telepon Tante kalo ada barang antik OK?”</p>
<p>Setelah aku start motorku, aku langsung pulang. Sesampainya di rumah aku langsung mandi karena badan rasanya lengket semua.</p>
<p>Sejak saat itu aku sering membayangkan Tante Merry, walaupun aku sudah punya cewek yang sering kuentot. Terkadang aku ngentot cewekku tapi aku membayangkan sedang ngentot Tante Merry. Sampai colipun aku tetap membayangkan dia. Puas rasanya. Walaupun aku merasa sedikit berdosa sama Hendrik. Ternyata nafsu mengalahkan segalanya. Aku juga termasuk orang yang pandai menyembunyikan sesuatu.</p>
<p>Selang empat hari dari perkenalan itu, aku tidak melihat Hendrik di kantor. Untuk mencari tahu, aku telepon Hendrik ke HP-nya.</p>
<p>“Drik, kamu hari ini nggak masuk kenapa? Sakit atau ngentot?”, candaku.<br />
“Gila kamu ngatain aku ngentot.. Aku lagi dalam perjalanan ke Yogya nih. Sorry aku nggak sempat ngasih tau kamu. Buru-buru sih”, jawabnya dari seberang telepon.<br />
“Ngapain kamu ke Yogya?”, tanyaku lagi.<br />
“Kemarin malam Papaku nelpon, aku disuruh bawain laptop yang isinya katalog. Buku katalog yang dia bawa kurang lengkap”<br />
“Ngapain susah-susah. Paketin aja kan beres?”<br />
“Wah, resiko Jack. Lagian sekalian aku liburan di sini. Yah, sambil cari memek barulah.. Rugi dong aku udah minta cuti 2 minggu cuma buat jalan-jalan”<br />
“Nggak ngajak-ngajak malah bikin ngiler aja”<br />
“Sorry banget Jack.. Hahahaha..” setelah itu telepon ditutup. Sialan, pikirku.</p>
<p>Bengong di kantor.. Tiba-tiba terbayang lagi Tante Merry. Aku ada akal nih.. Semoga berhasil. Iseng-iseng aku SMS ke nomor HP Tante Merry, pura-pura menanyakan Hendrik. Isi SMS nya begini, “Tante, ini Jack. Hendrik kok ga msk kantor? Sakit ya? Tadi saya tlp ke hpnya tp ga nyambung2″</p>
<p>Setelah beberapa detik SMS terkirim, HP-ku berdering.. Kulihat nomornya, ternyata dari no telepon rumah Hendrik. Yes! Teriakku dalam hati. Tanpa basa-basi, langsung aku angkat.</p>
<p>“Hallo..” ucapku.<br />
“Hallo, ini Jack?”<br />
“Iya.. Ini Tante Merry ya?”<br />
“Lho kok tau?”<br />
“Nomor telepon rumah Tante tercatat di sini. Hendrik sakit ya Tante?”<br />
“Lho, kamu nggak dikasih tau sama Hendrik kalo dia ke Yogya?”<br />
“Hah, ke Yogya? (aku pura-pura kaget) Yang bener Tante. Kapan berangkatnya?”<br />
“Kamu kok kaget banget sih. Berangkatnya tadi pagi banget sama Rudy. (Rudy bekerja sebagai asisten Papanya) Mungkin karena buru-buru jadi nggak sempat ngasih tau Jack”.<br />
“Kira-kira kapan pulangnya Tante?”<br />
“Yah, mungkin 2 minggu lagi. Sekalian refreshing katanya”.<br />
“Wah, kasihan yah Tante jadi kesepian..”<br />
“Iya nih.. Jack ke sini dong. Temenin Tante ngobrol. Itu juga kalo Jack nggak sibuk.”</p>
<p>Horee!! Sorakku dalam hati. Kesempatan emas nih.. Gak boleh disia-siakan.</p>
<p>“Hmm, gimana ya..(pura-pura berpikir) OK deh Tante. Lagian saya nggak sibuk ini. Jam berapa Tante? Sekalian saya mau belajar bisnis sama Tante”.<br />
“Bener nih Jack nggak sibuk? Kalo Jack mau, dateng aja jam 6 sore. Gimana?”<br />
“OK Sampai ketemu nanti. Saya urus kerjaan dulu”.<br />
“OK Tante tunggu ya.. Bye..”</p>
<p>Setelah menutup telepon aku bergegas pulang dan mandi. Karena waktu sudah menunjukkan angka 4:55 menit. Jam 5:50 menit aku sudah sampai di rumahnya. Di pintu gerbang, ternyata aku sudah disambut oleh seorang pembantu. Pembantu itu bertanya..</p>
<p>“Mas Jacky, ya?”<br />
“Iya. Kok Mbak tau?”<br />
“Tadi Ibu bilang kalo ada tamu yang namanya Jack suruh masuk aja. Gitu. Ayo silakan masuk Mas”.<br />
“Terima kasih Mbak”.<br />
“Sama-sama”</p>
<p>Begitu masuk, langsung kuparkirkan motorku di garasi berjejer dengan mobilnya. Lalu aku melangkah menuju ruang tamu. Tante Merry sudah duduk di sofa.</p>
<p>“Sore, Tante.. (aku sempat kaget begitu lihat Tante Merry yang sedang mengenakan pakaian senam dan keringat membercak di antara belahan payudaranya. Apalagi putingnya terlihat menonjol karena tidak pakai BH. Bentuknya masih mengkal, jadi gemas liatnya. Sesekali aku menelan ludah karenanya).</p>
<p>“Ayo, masuk aja Jack. Silakan duduk. Sorry Tante masih keringatan. Jangan malu-malu. Anggap aja rumah sendiri. Ternyata kamu tepat waktu. Tante suka orang yang selalu tepat waktu”.<br />
“Kebetulan aja Tante..”<br />
“Jack, Tante bisa minta tolong nggak?”<br />
“Tolongin apa Tante?”<br />
“Tolong pijatin kaki Tante ya.. Sebentar aja. Tadi Tante aerobik nggak pemanasan dulu jadinya kaki Tante kram”.<br />
“Boleh deh. Tapi saya nggak jago pijat lho Tan”.</p>
<p>Tanpa berkata apa-apa, Tante Merry merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya kemudian kakinya diletakkan di atas pahaku. Dia sengaja melebarkan sedikit kakinya sehingga aku dapat melihat bulu-bulu memeknya yang terjepit di antara selangkangannya. Kontolku sedikit mengeras dibuatnya, ditambah bau keringat bercampur bau memek yang khas. Oh.. Aromanya semakin terasa..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=102&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/bersetubuh-dengan-tante-merry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngentot Tante Ida</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/ngentot-tante-ida/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/ngentot-tante-ida/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2008 23:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[bugil]]></category>
		<category><![CDATA[burit]]></category>
		<category><![CDATA[istong]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[ngocok]]></category>
		<category><![CDATA[nyepong]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[separuh baya]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tetek]]></category>
		<category><![CDATA[toge]]></category>
		<category><![CDATA[toket]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Aku sedang berlibur di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik mama yang paling kecil. Mereka memang 7 bersaudara dan mamaku yang paling tua, aku saat itu berumur 20 tahun dan omku berumur 35 tahun. Istri om ku, tante Ida berumur 27 tahun, orangnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang mungil tapi padat. Pantatnya bebar-benar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=100&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku sedang berlibur di kota Bandung, nginap dirumah Om ku adik mama yang paling kecil. Mereka memang 7 bersaudara dan mamaku yang paling tua, aku saat itu berumur 20 tahun dan omku berumur 35 tahun. Istri om ku, tante Ida berumur 27 tahun, orangnya sangat cantik dan mempunyai tubuh yang mungil tapi padat. Pantatnya bebar-benar montok dengan pinggang yang ramping dan perut yang datar, maklum mereka belum mempunyai anak, biarpun sudah kawin hampir 3 tahun.</p>
<p><span id="more-100"></span><br />
Akan tetapi tante Ida yang cantik itu, orangnya sangat judes, dia tidak memandang mata keluargaku, maklum kami hanya biasa-biasa saja, sedangkan tante Ida datang dari keluarga yang sangat kaya di kota Surabaya, dia hanya 2 bersaudara dan Ida adik perempuannya yang berumur 22 tahun, masih kuliah di ITB dan tinggal dirumah om dan tante Ida di Bandung.</p>
<p>Selama aku berada dirumah om ku ini, hampir setiap hari tante Ida mengomel saja, karena dia memang sangat benci kalau aku menginap dirumah mereka. Disamping aku memang termasuk anak yang bandel, biarpun secara postur tubuh, aku sudah kelihatan sangat dewasa, karena tinggi badanku 175 cm dengan tubuh yang berotot, tante Ida curiga saja dan menganggap aku sering menerima duit dari om ku, pada hal sangat jarang om ku memberi aku duit.</p>
<p>Saat ini aku nginap di rumah mereka, sebenarnya hanya terpaksa saja, karena aku sedang berlibur di Bandung dan ibuku memberitahukan kepada om ku yang memaksa aku tinggal dirumahnya. Hari ini entah mengapa aku merasa suntuk banget sendirian, kemarin sore sebelum om ku pulang dari kantor, tante Ida marah-marah dan menunjukan muka cemberut terhadap saya. Saat itu rumah berada dalam keadaan sepi, om sudah pergi kekantor, Mbak Ani adik tante Ida sedang pergi kuliah, Bik Suti lagi pergi ke pasar, dan tante Ida katanya mau pergi ke arisan. Tadi sebelum pergi dengan nada yang setengah membentak, tante Ida menyuruh saya menjaga rumah.</p>
<p>“Dari pada BT sendiri, mending nonton BF aja di kamar,” pikirku.</p>
<p>TV mulai kunyalakan, kuambil CD porno yang kemarin kupinjam ditempat persewahan dekat rumah, adegan-adegan panas nampak di layar. Mendengar desahan-desahan artis BF yang cantik dan bahenol tersebut membuat aku terangsang. Dengan lincahnya tanganku melucuti celana beserta CD-ku sendiri. Burungku yang sedari tadi tegak mengacung kukocok perlahan. Film yang kutonton itu cukup panas, sehingga aku menjadi semakin bergairah. Kutanggalkan pakaian yang masih melekat, akhirnya tubuhku tanpa ada penutup sekalipun. Kocokan tanganku semakin cepat seiring dengan makin panasnya adegan yang kutonton. Kurasakan ada getaran dalam penisku yang ingin meyeruak keluar. Aku mau orgasme, tiba-tiba…</p>
<p>“Anton.. apa yang kamu lakukan!!” teriak sebuah suara yang aku kenal.</p>
<p>“Ooooohh… Tante…?!” aku kaget setengah mati dan sangat bingung sekali saat itu. Tak kusangka tante Ida yang katanya mau pergi arisan bisa kembali secepat itu. Tanpa sadar aku bangkit berdiri dan kudekati tante Ida yang cantik tapi judes itu, yang masih berdiri dalam keadaan kaget dengan mata membelalak melihat keadaanku yang telanjang bulat dengan penisku yang panjang dan besar dalam keadaan tegang itu. Tiba-tiba entah setan mana yang mendorongku, secara refleks saja aku menyergap dan mendekap tubuh tante Ida yang mungil padat itu. Badannya yang mungil dan tingginya yang hanya sampai sebahu dari ku, ku bekap dengan kuat dan kutarik agak keatas, sehingga tante Ida hanya berdiri dengan ujung jari kakinya saja dengan kepala agak tertengadah keatas, karena kaget. Dengan cepat kucium dan kulumat bibir tipisnya yang seksi.</p>
<p>“Eeeehhhh… ppppffffff…!!! badan tante Ida seketika<br />
mengejang dan agak menggeliat menerima perlakuan yang tidak pernah dia<br />
sangka akan berani aku lakukan itu dan sesaat kemudian dia mulai<br />
memberontak dengan hebat, sehingga ciumanku terlepas….</p>
<p>“Anton.. jangan kurang ajar.. berani benar kau ini.. ingat, Toonnn.. Aku ini istri om mu…!!! Cepat lepas… nanti kulaporkan kau ke om mu…” teriak tante Ida dengan suara garang mencoba mengancamku.</p>
<p>Aku tak lagi peduli, salah tante Ida sendiri sih, orang mau orgasme kok diganggu. Dengan buasnya aku jilat belakang telinga dan tengkuknya, kedua payudaranya yang biarpun tidak terlalu besar, tapi padat itu langsung kuramas-ramas dengan buas, sampai tante Ida menjerit-jerit. Disamping nafsuku yang memang sudah menggila itu, ada juga rasa ingin balas dendam dan mau mengajar adat padanya atas perlakuan dan pandangannya yang sangat menghina padaku.</p>
<p>Dia mencoba berteriak, tapi dengan cepat aku segera menciumnya lagi. Ada kali 10 menit aku melakukan hal itu, sementara tante Ida terus meronta-ronta, dan mengancamku serta mencaci maki, entah apa saja yang dikatakannya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi. Aku terus menyerangnya dengan buas dan mengelus-elus dan meramas-ramas seluruh tubuhnya sambil terus mencium mulutnya dengan rakus. Dia tidak dapat melepaskan diri dari dekapanku, karena memang tubuhku yang tinggi 175 cm dengan badan yang atletis dan berotot, tidak sebanding dengan tubuh tante Ida yang 155 cm dan mungil itu.</p>
<p>Akibat seranganku yang bertubi-tubi itu, lama kelamaan kurasakan tidak ada lagi perlawanan dari tante Ida, entah karena dia sudah lelah atau mungkin dia mulai terangsang juga. Merasa sudah tidak ada perlawanan lagi dari tante Ida, penisku yang panjang dan besar yang sudah sangat tegang itu kugosok-gosok pada perutnya dan kemudian kuraih tangannya yang mungil dan kuelus-elus ke penisku, tangan mungilnya kugosok-gosok, mengocok penisku yang mulai mengeras. Tubuhnya terasa mengejang, akan tetapi kedua matanya masih terpejam, dan tidak ada perlawanan darinya.</p>
<p>Kemudian ketika dengan perlahan kubuka baju tante Ida, dia dengan lemah masih mencoba menahan tanganku, akan tetapi tanganku yang satu mengunci kedua tangannya dan tanganku yang lain membuka satu demi satu kancing-kancing blusnya, dan perlahan-lahan mempertontonkan keindahan tubuh di balik kain itu. Setelah berhasil membuka blus dan BH-nya, kuturunkan ciumanku menuju ke payudara tante Ida yang padat berisi…</p>
<p>“Tooonnnn… aaammmpuunn… Toonnnnn… iiii.. iiingaaattttt.. Tooonnn..!!!”</p>
<p>Kucium dan kulumat putingnya yang berwarna kecoklatan itu. Terkadang kugigit dan kupuntir putingnya, sementara kusingkap roknya dan jari-jariku mulai mengelus-elus kemaluannya yang masih tertutup CD.</p>
<p>“Iiiiiiiiii…..ooohhhhhhh…..aaaagggghh<br />
hhhhh……..ssssshhhhhhh……..Toooonnnnn……! !!!!” akibat perlakuanku itu,<br />
kayaknya tante Ida mulai terangsang juga, itu terasa dari tubuhnya yang<br />
mengejang kaku dan dengusan nafasnya makin terdengar kuat. Aku makin<br />
memperhebat seranganku dan tiba-tiba tubuh tante Ida bergetar dengan<br />
kuat dan……..</p>
<p>“Aaaahhhhhh..Toooonnnn…jaaa..jaaa<br />
angaaannn….Tooonnnn……iiii…ngaaaatttt..Tooo nnn…<br />
oooohhhhhhh…………aaaaaggggghhh…aaaaggghhh .aaaaggggggggghhhhh…!!!!!”<br />
akhirnya, disertai tubuhnya yang mengejang dan menggeliat-geliat kuat,<br />
serta kedua tangannya mendekap punggung ku….Seerrr.. cairan kewanitaan<br />
tante Ida membasahi CD nya sekalian jemariku.</p>
<p>Setelah masa orgasmenya berlalu, terasa badan tante Ida melemas terkulai dalam dekapanku dan kedua matanya masih terpejam rapat, entah perasaan apa yang sedang bergelora dalam tubuhnya, puas, malu atau putus asa akibat perlakuanku terhadap nya , sehingga dia mencapai orgasme itu. Tarikan nafasnya masih terengah-engah.</p>
<p>Kami terdiam sejenak, sementara tubuh tante Ida bersandar lemas dalam dekapanku dengan mata. Jemari lentik tante Ida masih menggenggam penisku yang masih tegak mengacung.</p>
<p>Akhirnya secara perlahan-lahan kepala tante Ida menengadah keatas dan terlihat pandangan matanya yang sayu menatapku, sehingga menambah kecantikan wajahnya dan secara lembut terdengar suaranya…</p>
<p>“Oooohhhh….Toonnnn, apa yang kau perbuat pada tantemu ini…….?????”</p>
<p>“Eeeehhmmm…maafkan Anton tante….Anton lupa diri….abis tante tadi masuk<br />
tiba-tiba selagi Anton akan mencapai klimaks….salah tante sendiri<br />
sihhh…….lagi pula…tante amat cantik sihhh…..!!!!!!” sahutku mencari-cari<br />
alasan sekenanya.</p>
<p>Sekarang kayaknya tante Ida sudah pasrah dan sambil tanganya masih<br />
menggenggam penisku katanya lagi..</p>
<p>“Tooonnnn…..punya kamu gede amat yaaaa…????. Punya Om mu nggak sampai<br />
segede ini..!!”</p>
<p>“Aaahhhhh, tante…apa betull…?????!” memang penis ku panjangnya 20<br />
cm dan gede juga dengan kepalanya yang bulat besar, apalagi kalau lagi<br />
sangat bernafsu begini.</p>
<p>Jemari lentik tante Ida yang tadinya hanya menggenggam saja, kini mulai<br />
memainkan penisku dengan manja. Seperti mendapat mainan baru, tangan<br />
tante Ida tak mau lepas dari situ.</p>
<p>“Taaannnnn…., kok diiiii…..dii…diamin aja, dikocok dong, Taannn…. biar<br />
enaaakkk….!!!!”</p>
<p>“Ton, Ton.. kamu keburu nafsu aja….aaaaggghhh….!!!”, perlahan-lahan kedua<br />
tanganku menekan bahu tante Ida, sehingga tubuh tante Ida berjongkok dan<br />
sesaat kemudian kepalanya telah sejajar dengan selangkanganku. Kedua<br />
tangannya segera menggenggam penisku dan kemudian tante Ida mulai<br />
menjilati kepala penisku dengan lidahnya. Bergetar seluruh tubuhku<br />
menerima rangsang dari mulut tante Ida. Dijilatnya seluruh batang<br />
kemaluanku, mulai dari pangkal sampai ujung. Tak ada bagian yang<br />
terlewat dari sapuan lidahnya.</p>
<p>Dikocoknya penisku didalam mulutnya, tapi tak semuanya bisa masuk.<br />
Mungkin hanya 3/4 nya saja yang dapat masuk ke mulut tante Ida. Kurasakan<br />
dinding tenggorokan tante Ida menyentuh kepala penisku. Sungguh sensasi<br />
sangat luar biasa menjalar ke seluruh tubuhku. Cukup lama juga tante Ida<br />
mengulum penisku. Kurasakan batang penisku mulai membesar dan makin<br />
mengeras. Dari dalam kurasakan ada sesuatu yang memaksa untuk keluar.<br />
Merasa aku akan keluar, tante Ida semakin cepat mengocok batang kemaluanku.</p>
<p>“Taaannnnn..ah..aohh.. taaannn.. Anton mo<br />
keluar,…….aaauuugghhhh…..taaannnn..!!!!!!!”</p>
<p>Akhirnya..Croott..croott..croottt.. Hampir sepuluh kali cairan itu<br />
menyembur dari ujung penisku. Diminumnya air maniku dengan, dijilatinya<br />
semua, sampai tak ada lagi cairan yang tersisa. Meskipun sudah keluar<br />
tetapi penisku tetap saja masih tegar, meski tak seberapa keras lagi.<br />
Melihat itu, tante Ida mencium-cium kepala penisku dan menjilat-jilatnya<br />
hingga bersih.</p>
<p>Kemudian kutarik berdiri tubuh tante Ida dan kudorong ke tempat tidur,<br />
sehingga tante Ida terlentang diatas tempat tidur. Dengan cepat kulucuti<br />
rok sekalian CD nya, sehingga sekarang tante Ida terlentang diatas<br />
tempat tidur dengan tubuhnya yang mungil tapi padat itu berada dalam<br />
keadaan telanjang bulat. Tante Ida hanya menatap ku dengan pandangan<br />
yang sayu dan terlihat pasrah.</p>
<p>Aku naik keatas tempat tidur dan kedua kakinya kupentang lebar-lebar dan<br />
aku berjongkok diantara kedua pahanya yang terpentang membuka lebar<br />
kemaluannya yang telah licin, siap untuk diterobos.</p>
<p>Kupegang batang penisku dan kugosok-gosok sepanjang bibir kemaluannya,<br />
sambil kutekan-tekan pelahan. Merasakan gesekan-gesekan lembut vagina<br />
tante Ida, penisku mulai mengeras kembali. Ku ambil tangan tante Ida dan<br />
ku tempatkan pada batang penisku, segera digengamnya penisku dan<br />
diarahkan ke lubang kemaluannya. Dengan sedikit gerakan menekan, kepala<br />
penisku perlahan-lahan mulai masuk setengah ke lobang kemaluan tante Ida.</p>
<p>Terasa lobang kemaluan tante Ida sangat sempit mencengkeram batang<br />
kemaluanku. Dinding kemaluan tante membungkus rapat batang kemaluanku,<br />
kutekan lagi dan tubuh tante Ida menggeliat…</p>
<p>“Oooooohhhhhh… Toooonnnn… bee.. beeeesaaarrrr<br />
aaaaa.. maaaattttt.. pe.. peeelaaan… pee laaan… Tooooonnnnn… ooooohhhhh..!!!!!” tante Ida merintih perlahan.</p>
<p>Secara pelan dan hati-hati aku menekan batang kemaluanku makin dalam… terus… terus…. ooohhhhhh… eeeenna aaak… benaaarrrr… terasa jepitan kuat dinding kemaluan tante Ida yang menjepit rapat batang kemaluanku.</p>
<p>Perasaanku terasa melayang-layang dilanda kenikmatan yang tidak terlukisakan ini…..</p>
<p>“Taaaaannnnn……ooohhhhhh…..eeee euuuuunnaaaakkkkkkkk…taannnnn….!!!!”</p>
<p>Dengan kedua paha yang terkangkang lebar-lebar dan kedua tangannya berpegang pada pinggangku, tante Ida memandang ku dengan tatapan sayu, terlihat sangat cantik dan menawan, sehingga aku yang sedang bertumpu diatasnya perasaanku terasa menggila, melihat dan merasakan wanita cantik dan ayu yang berbadan mungil tapi padat ini, terlentang pasrah dibawahku, menerima seluruh perlakuanku.</p>
<p>Kugerakan perlahan-lahan pinggulku menekan kebawah, sehingga penisku<br />
terbenam makin dalam kelobang kemaluannya, dalam….. dalam….. terus……<br />
terus….. daannnn….. ….kemudian……ujung kepala penisku terasa mentok,<br />
karena beberapa kali tubuh tante Ida mengejang ketika aku mencoba<br />
menekan lebih kuat, aku kemudian mulai menarik keluar dan selanjutnya<br />
memompa keluar masuk.</p>
<p>Dengan bersemangat aku mulai menaik-turunkan tubuhku. Gerakan naik-turun<br />
yang terkadang diselingi dengan gerakan memutar, sungguh merupakan<br />
sensasi yang sangat luar biasa. Apalagi posisi kedua paha tante Ida<br />
terkangkang lebar-lebar, membuat tikaman-tikamanku terasa jauh didalam<br />
dasar lobang kemaluannya. Aku dapat melihat payudara tante Ida<br />
bergerak-gerak keatas kebawah setiap kali aku menekan masuk penisku<br />
dalam-dalam sehingga kedua selangkangan kami berhimpit rapat-rapat.</p>
<p>Kemudian kurasakan otot-otot kemaluan tante Ida dengan kuat menyedot<br />
penisku. Semakin lama kurasa semakin kuat saja kemaluan tante Ida menjepit penisku. Kulihat wajah tante Ida nampak makin memerah menahan orgasme keduanya yang akan melandanya sebentar lagi.</p>
<p>“Aaaaaaddduuuuuhhhhh….Toooonnn.. Aaaagggghhhhhh.. Oouggg..<br />
hhaa..hhaa…Toooonn …taaannnn…teeeee…maaa…. Maaauuuu…keee…<br />
keeeeluaraarrrr lagi, Toonnnnn…!!!!!!!.”</p>
<p>Dan….. Seeeeerrrr…..kurasakan cairan hangat membasahi penisku.</p>
<p>Sementara nafsuku sudah sangat memuncak menuntut penyelesaiannya, aku sudah tidak bisa lagi bertindak halus, tanpa banyak bicara, segera saja kupompa pantatku dengan cepat dan gencar, mendapat serangan yang agak kasar dan tiba-tiba itu tante Ida menjerit-jerit kesakitan. Meskipun lobang kemaluan tante Ida telah basah dan licin banget, tapi tetap saja terasa seret untuk ukuran penisku yang besar.</p>
<p>Tak kuhiraukan lagi suara tante Ida yang menjerit-jerit kesakitan, yang<br />
ada dipikiranku saat itu adalah aku ingin segera mengakhiri permainan<br />
ini dan merasakan nikmat yang akan datang padaku. Kurasakan otot-otot<br />
penisku mulai berdenyut-denyut dengan kerasnya, ada sesuatu yang<br />
berusaha untuk keluar dari batang penisku. Kucoba untuk menahannya<br />
selama mungkin agar tidak segera keluar, tapi jepitan dinding kemaluan<br />
tante Ida akhirnya meruntuhkan pertahananku.<br />
“Aaaaaauuddddduuhhhh… taaannnnnn… teeeee… oooooohhhhh…..!!!!” keluhan panjang penuh kenikmatan keluar dari mulut ku disertai dengan<br />
…croott.. croott….croooootttt….semburan..maniku menyemprot dengan kuat,<br />
mengisi relung-relung terdalam lobang kemaluan tante Ida, kemudian<br />
badanku tertelungkup lemas menidih badan mungi tante Ida, sementara<br />
kuubiarkan penisku tetap didalam kemaluan tante Ida untuk merasakan<br />
sisa-sisa orgasmeku. Kurasakan kemaluan tante Ida tetap saja<br />
berdenyur-denyut, meski tak sekuat tadi.</p>
<p>“Taannnn, terima kasih ya, udah mau temenin Anton main.!!!!” kataku dengan manja.</p>
<p>“Kamu, tuh, Ton, kalau lagi nafsu jangan main maksa dong, masak tantemu sendiri kamu perkosa juga…..!!!!”</p>
<p>“Iiihhhhh…tante…..tapi tante senang juga….kaannnn …..????”</p>
<p>“Iya.. siiihhh….!!!!!” kata tante Ida malu-malu.</p>
<p>Sejak saat itu sikap tante Ida terhadapku berobah seratus persen, biarpun sikap kami ini tetap terjaga dihadapan om dan adik tante Ida. Aku dan tante Ida sering berhubungan sex bersama kalau rumah lagi sepi. Aku makin merasa sayang saja terhadap tante Ida, apalagi tante Ida melayani nafsu sex saya dengan rela dan sepenuh hati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=100&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/07/ngentot-tante-ida/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dosen Ngentot Sama Pembantu</title>
		<link>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/03/dosen-ngentot-sama-pembantu/</link>
		<comments>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/03/dosen-ngentot-sama-pembantu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2008 15:27:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ceweksbugil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Bokep]]></category>
		<category><![CDATA[cerita dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[burit]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[mesum]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[ngesex]]></category>
		<category><![CDATA[penis]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>
		<category><![CDATA[vagina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniabokep.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini terjadi saat saya kuliah dulu. Saya saat itu sangat pemalu dan tidak banyak teman wanita. Ceritanya begini, pada waktu ujian tengah semester, saya dipanggil ke rumah dosen wanita yang masih agak muda, sekitar 26 tahun. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Dipanggil ke rumahnya karena saya diminta untuk mengurus keperluan dia, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=97&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini terjadi saat saya kuliah dulu. Saya saat itu sangat pemalu dan tidak banyak teman wanita. Ceritanya begini, pada waktu ujian tengah semester, saya dipanggil ke rumah dosen wanita yang masih agak muda, sekitar 26 tahun. Ia juga lulusan dari perguruan tinggi tersebut. Dipanggil ke rumahnya karena saya diminta untuk mengurus keperluan dia, karena dia akan ke luar kota. Malam harinya saya pun ke rumahnya sekitar jam 7 malam. Saat itu rumahnya hanya ada pembantu (yang juga masih muda dan cantik). Suaminya ketika itu belum pulang dari rapat di puncak.</p>
<p>Saat saya membuka pintu rumahnya, saya agak terbelalak karena dia memakai gaun tidur yang tipis, sehingga terlihat payudara yang menyumbul keluar. Saat saya perhatikan, dia ternyata tidak memakai BH. Terlihat saat itu buah dadanya yang masih tegar berdiri, tidak turun. Putingnya juga terlihat besar dan kemerahan, sepertinya memiliki ukuran sekitar 36B. Sewaktu saya sedang memperhatikan Dosen saya itu, saya kepergok oleh pembantunya yang ternyata dari tadi memperhatikan saya. Sesaat saya jadi gugup, tetapi kemudian pembantu itu malah mengedipkan matanya pada saya, dan selanjutnya ia memberikan minuman pada saya. Saat ia memberi minum, belahan dadanya jadi terlihat (karena pakaiannya agak pendek), dan sama seperti dosen saya ukurannya juga besar.<span id="more-97"></span></p>
<p>Kemudian dosen saya yang sudah duduk di depan saya berkata, (mungkin karena saya melihat belahan dada pembantu itu) “Kamu pingin ya “nyusu” sama buah dada yang sintal..?”<br />
Saya pun tergagap dan menjawab, “Ah… enggak kok Bu..!”<br />
Lalu dia bilang, “Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Ibu juga bersedia nyusuin kamu.”<br />
Mungkin karena ia saya anggap bercanda, saya bilang saja, “Oh.., boleh juga tuh Bu..!”</p>
<p>Tanpa diduga, ia pun mengajak saya masuk ke ruang kerjanya.<br />
Saat kami masuk, ia berkata, “Andre, tolong liatin ada apaan sih nih di punggung Ibu..!”<br />
Kemudian saya menurut saja, saya lihat punggungnya. Karena tidak ada apa-apa, saya bilang, “Nggak ada apa-apa kok Bu..!”<br />
Tetapi tanpa disangka, ia malah membuka semua gaun tidurnya, dengan tetap membelakangiku. Saya lihat punggungnya yang begitu mulus dan putih. Kemudian ia menarik tangan saya ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar. Kemudian saya merayap ke putingnya, dan benar perkiraan saya, putingnya besar dam masih keras.</p>
<p>Kemudian ia membalikkan tubuhnya, ia tersenyum sambil membuka celana dalamnya. Terlihat di sekitar kemaluannya banyak ditumbuhi bulu yang lebat.<br />
Kemudian saya berkata, “Kenapa Ibu membuka baju..?”<br />
Ia malah berkata, “Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.”<br />
Karena saya ingin juga merasakan tubuhnya, saya pun tanpa basa-basi terus menciuminya dan juga buah dadanya. Saya hisap hingga ia merasa kegelian. Kemudian ia membuka pakaian saya, ia pun terbelalak saat ia melihat batang kejantanan saya.<br />
“Oh, sangat besar dan panjang..! (karena ukuran penis saya memang besar, sekitar 17 cm dan berdiameter 3 cm)”</p>
<p>Dosen saya pun sudah mulai terlihat atraktif, ia mengulum penis saya hingga biji kemaluan saya.<br />
“Ah.. ahh Bu… enak sekali, terus Bu, aku belum pernah dihisap seperti ini..!” desah saya.<br />
Karena dipuji, ia pun terus semangat memaju-mundurkan mulutnya. Saya juga meremas-remas terus buah dadanya, nikmat sekali kata dosen saya. Kemudian ia mengajak saya untuk merubah posisi dan membentuk posisi 69.</p>
<p>Saya terus menjilati vaginanya dan terus memasukkan jari saya.<br />
“Ah.. Andre, aku sudah nggak kuat nih..! Cepat masukkan penismu..!” katanya.<br />
“Baik Bu..!” jawab saya sambil mencoba memasukkan batang kemaluan saya ke liang senggamanya.<br />
“Ah.., ternyata sempit juga ya Bu..! Jarang dimasukin ya Bu..?” tanya saya.<br />
“Iya Andre, suami Ibu jarang bercinta dengan Ibu, karena itu Ibu belum punya anak, ia pun juga sebentar permainannya.” jawabnya.<br />
Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang saat dimasukkannya penis saya sambil berkata, “Ohh… ohhh… besar sekali penismu, tidak masuk ke vaginaku, ya Ndre..?”<br />
“Ah nggak kok Bu..” jawab saya sambil terus berusaha memasukkan batang keperkasaan saya.<br />
Kemudian, untuk melonggarkan lubang vaginanya, saya pun memutar-mutar batang kemaluan saya dan juga mengocok-ngocoknya dengan harapan melonggarkan liangnya. Dan betul, lubang senggamanya mulai membuka dan batang kejantanan saya sudah masuk setengahnya.</p>
<p>“Ohhh… ohhh… Terus Ndre, masukkan terus, jangan ragu..!” katanya memohon.<br />
Setelah memutar dan mengocok batang kejantanan saya, akhirnya masuk juga rudal saya semua ke dalam liang kewanitaannya.<br />
“Oohh pssfff… aha hhah.. ah…” desahnya yang diikuti dengan teriakannya, “Oh my good..! Ohhh..!”<br />
Saya pun mulai mengocok batang kemaluan saya keluar masuk. Tidak sampai semenit kemudian, dosen saya sudah mengeluarkan cairan vaginanya.<br />
“Oh Andre, Ibu keluar…” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.<br />
Cairan itu juga memudahkan saya untuk terus memaju-mundurkan batang keperkasaan saya. Karena cairan yang dikeluarkan terlalu banyak, terdengar bunyi, “Crep.. crep.. sleppp.. slepp..” sangat keras. Karena saya melakukannya sambil menghadap ke arah pintu, sehingga terdengar sampai ke luar ruang kerjanya.</p>
<p>Saat itu saya sempat melihat pembantunya mengintip permainan kami. Ternyata pembantu itu sedang meremas-remas payudaranya sendiri (mungkin karena bernafsu melihat permainan kami). Oh, betapa bahagianya saya sambil terus mengocok batang keperkasaan saya maju mundur di liang vagina dosen saya. Saya juga melihat tontonan gratis ulah pembantunya yang masturbasi sendiri, dan saya baru kali ini melihat wanita masturbasi.</p>
<p>Setelah 15 menit bermain dengan posisi saya berada di atasnya, kemudian saya menyuruh dosen saya pindah ke atas saya sekarang. Ia pun terlihat agresif dengan posisi seperti itu.<br />
“Aha.. ha.. ha…” ia berkata seperti sedang bermain rodeo di atas tubuh saya.<br />
15 menit kemudian ia ternyata orgasme yang kedua kalinya.<br />
“Oh, cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme.” batin saya.</p>
<p>Kemudian setelah orgasmenya yang kedua, kami berganti posisi kembali. Ia di atas meja, sedangkan saya berdiri di depannya. Saya terus bermain lagi sampai merasakan batas dinding rahimnya.<br />
“Oh.. oh.. Andre, pelan-pelan Ndre..!” katanya.<br />
Kelihatannya ia memang belum pernah dimasukan batang kemaluan suaminya hingga sedalam ini. 15 menit kemudian ia ternyata mengalami orgasme yang ketiga kalinya.<br />
“Ah Andre, aku keluar, ah… ah… ahhh… nikmat..!” desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.</p>
<p>Setelah itu ia mengajak saya ke bath-tub di kamar mandinya. Ia berharap agar di bath-tub itu saya dapat orgasme, karena ia kelihatannya tidak sanggup lagi membalas permainan yang saya berikan. Di bath-tub yang diisi setengah itu, kami mulai menggunakan sabun mandi untuk mengusap-usap badan kami. Karena dosen saya sangat senang diusap buah dadanya, ia terlihat terus-terusan bergelinjang. Ia membalasnya dengan meremas-remas buah kemaluan saya menggunakan sabun (bisa pembaca rasakan nikmatnya bila buah zakar diremas-remas dengan sabun).</p>
<p>Setelah 15 menit kami bermain di bath-tub, kami akhirnya berdua mencapai klimaks yang keempat bagi dosen saya dan yang pertama bagi saya.<br />
“Oh Andre, aku mau keluar lagi..!” katanya.<br />
Setelah terasa penuh di ujung kepala penis saya, kemudian saya keluarkan batang kejantanan saya dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas buah dadanya sambil mengusap-usap lembut.</p>
<p>“Oh Andre, engkau sungguh kuat dan partner bercinta yang dahsyat, engkau tidak cepat orgasme, sehingga aku dapat orgasme berkali-kali. ini pertama kalinya bagiku Andre. Suamiku biasanya hanya dapat membuatku orgasme sekali saja, kadang-kadang tidak sama sekali.” ujar dosen saya.<br />
Kemudian karena kekelalahan, ia terkulai lemas di bath-tub tersebut, dan saya keluar ruang kerjanya masih dalam keadaan bugil mencoba mengambil pakaian saya yang berserakan di sana.</p>
<p>Di luar ruang kerjanya, saya lihat pembantu dosen saya tergeletak di lantai depan pintu ruangan itu sambil memasukkan jari-jarinya ke dalam vaginanya. Karena melihat tubuh pembantu itu yang juga montok dan putih bersih, saya mulai membayangkan bila saya dapat bersetubuh dengannya. Yang menarik dari tubuhnya adalah karena buah dadanya yang besar, sekitar 36D. Akhirnya saya pikir, biarlah saya main lagi di ronde kedua bersama pembantunya. Pembantu itu pun juga tampaknya bergairah setelah melihat permainan saya dengan majikannya.</p>
<p>Saya langsung menindih tubuhnya yang montok itu dengan sangat bernafsu. Saya mencoba melakukan perangsangan terlebih dulu ke bagian sensitifnya. Saya mencium dan menjilat seluruh permukaan buah dadanya dan turun hingga ke bibir kemaluannya yang ditumbuhi hutan lebat itu. Tidak berapa lama kemudian, kami pun sudah mulai saling memasukkan alat kelamin kami. Kami bermain sekitar 30 menit, dan tampaknya pembantu ini lebih kuat dari majikannya. Terbukti saat kami sudah 30 menit bermain, kami baru mengeluarkan cairan kemaluan kami masing-masing. Oh, ternyata saya sudah bermain seks dengan dua wanita bernafsu ini selama satu setengah jam. Saya pun akhirnya pulang dengan rasa lelah yang luar biasa, karena ini adalah pertama kalinya saya merasakan bercinta dengan wanita.</p>
<p>Saat ini saya pun sedang mencoba bermain seks lewat chatting dengan orang bule di internet. Tetapi saya ingin merasakan bermain seks dengan wanita Indonesia asli. Dapatkah pembaca membantu saya, silakan kirim email ke saya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniabokep.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniabokep.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniabokep.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniabokep.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniabokep.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniabokep.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniabokep.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniabokep.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniabokep.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniabokep.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniabokep.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniabokep.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniabokep.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniabokep.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniabokep.wordpress.com&amp;blog=5025606&amp;post=97&amp;subd=duniabokep&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniabokep.wordpress.com/2008/10/03/dosen-ngentot-sama-pembantu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6645aa8a3772e5c659275b027e3203a3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ceweksbugil</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
